OTOTEKNO

Terungkap! Ini Alasan Mitsubishi Pilih Xforce Hybrid Ketimbang Xpander di Indonesia

MMKSI Tunjukkan Penyempurnaan New Xforce, dari Handling hingga Fitur Fungsional. Foto: apakabar.co.id/FF
MMKSI Tunjukkan Penyempurnaan New Xforce, dari Handling hingga Fitur Fungsional. Foto: apakabar.co.id/FF
apakabar.co.id, JAKARTA - Kalau melihat lini produk Mitsubishi di Indonesia, mungkin banyak yang mengira Xpander Hybrid bakal menjadi model elektrifikasi pertama yang masuk ke Tanah Air. 

Maklum, MPV tersebut sudah lebih dulu dipasarkan di beberapa negara ASEAN dan punya basis penggemar yang besar di Indonesia.

Namun kenyataannya justru berbeda. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memilih meluncurkan Xforce Hybrid lebih dulu. Keputusan ini tentu memunculkan pertanyaan, mengapa bukan Xpander yang mendapat giliran pertama?

Ternyata jawabannya bukan sekadar soal strategi produk, melainkan berangkat langsung dari suara konsumen Indonesia.

Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Yoshio Igarashi, menjelaskan bahwa setelah Mitsubishi Xforce meluncur pada 2023, pihaknya melakukan berbagai riset terhadap konsumen. 

Tidak hanya kepada pemilik Xforce, tetapi juga kepada calon pembeli yang sempat mempertimbangkan SUV kompak tersebut.

Lewat sesi Focus Group Discussion (FGD), MMKSI mencoba menggali lebih dalam mengenai fitur apa saja yang paling diharapkan konsumen apabila Xforce mendapat penyegaran.

Hasilnya cukup menarik. Mayoritas pengguna Xforce menginginkan peningkatan di sisi kenyamanan dan teknologi, terutama karena mobil ini lebih banyak digunakan untuk aktivitas harian di kawasan perkotaan.

"Kebanyakan orang yang membeli Xforce itu adalah orang-orang yang mempergunakannya di penggunaan dalam kota atau urban, sehingga permintaan mereka lebih kepada premium feature seperti mesin hybrid, kemudian suspensi yang lebih baik, kemudian adanya panoramic sunroof, dan hal-hal seperti itu," ujar Igarashi di Meikarta, Sabtu (18/7) kemarin. 

Masukan tersebut rupanya tidak hanya datang dari konsumen yang sudah membeli Xforce. Calon pembeli yang akhirnya memilih kendaraan lain juga menyampaikan harapan serupa. Mereka menginginkan SUV kompak Mitsubishi dengan teknologi yang lebih modern dan fitur yang lebih premium.

Dari sinilah MMKSI akhirnya memutuskan bahwa Xforce menjadi model yang paling tepat untuk menerima penyempurnaan lebih dahulu. Bukan hanya dibekali teknologi hybrid, tetapi juga sejumlah peningkatan yang membuat karakter SUV perkotaan ini semakin sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Sementara itu, bagaimana dengan Xpander Hybrid?

Igarashi memastikan bahwa peluang kehadirannya di Indonesia masih sangat terbuka. Bahkan secara global, teknologi hybrid untuk Xpander sebenarnya sudah tersedia.

Hanya saja, MMKSI menilai permintaan terhadap Xpander bermesin konvensional masih sangat tinggi sejak pertama kali diluncurkan. Karena itulah perusahaan belum merasa perlu terburu-buru menghadirkan versi hybrid ke pasar nasional.

"Xpander sendiri masih berjalan dengan semenjak peluncuran masih sangat tinggi demand-nya sampai saat ini," jelas Igarashi.

Meski begitu, Mitsubishi tidak menutup kemungkinan menghadirkan Xpander Hybrid di masa mendatang. Keputusan tersebut akan bergantung pada perkembangan permintaan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

"Baik Xforce maupun Xpander, hybridnya sudah ada seperti teman-teman ketahui, jadi kita tinggal tunggu saja apakah demand di Indonesia ini juga memungkinkan untuk kami memperkenalkan Xpander Hybrid," tutupnya.

Dengan kata lain, kehadiran Xforce Hybrid bukan berarti Mitsubishi mengesampingkan Xpander Hybrid. Justru sebaliknya, Xforce dipilih sebagai langkah awal karena paling sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini. 

Jika tren kendaraan hybrid terus meningkat dan permintaan pasar semakin besar, bukan tidak mungkin Xpander Hybrid menjadi model Mitsubishi berikutnya yang menyapa konsumen Indonesia.