SPORT

Dorong Regenerasi Atletik Nasional, Ribuan Atlet Muda Ramaikan MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025

Kanga’s Escape merupakan olahraga beregu yang berisikan tiga atlet. Lomba ini diarahkan untuk melihat bibit-bibit nomor atletik lari gawang 110 meter. Merupakan lomba yang mengkombinasikan lompat gawang dan lari cepat dengan panjang lintasan sejauh 40 met
Kanga’s Escape merupakan olahraga beregu yang berisikan tiga atlet. Lomba ini diarahkan untuk melihat bibit-bibit nomor atletik lari gawang 110 meter. Merupakan lomba yang mengkombinasikan lompat gawang dan lari cepat dengan panjang lintasan sejauh 40 met
apakabar.co.id, JAKARTA - Sebanyak 2.188 atlet muda dari tingkat MI/SD, MTs/SMP hingga SMA tampil di MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, sejak Rabu (26/11) hingga Sabtu (29/11). 

Ajang bergengsi bagi atlet usia dini ini terselenggara berkat kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan PASI Kabupaten Kudus.

Berbeda dengan seri sebelumnya pada Juni lalu, edisi kedua ini hadir lebih besar dan kompetitif. Satu kategori usia baru dan tujuh nomor tambahan resmi diperkenalkan sehingga total menjadi 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, KU 18) dengan 22 nomor perlombaan, mulai dari lari jarak pendek hingga lompat jangkit, turbo throw, lempar lembing, hingga lari estafet mixed level olimpiade.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa MilkLife Athletics Challenge dirancang bukan semata sebagai arena perebutan juara, melainkan pintu masuk agar siswa merasakan kebahagiaan bertanding dan mencintai atletik sejak dini.


“Atletik adalah mother of sport yang mudah dipelajari dan melatih banyak aspek dasar fisik. Lewat pengalaman bertanding ini, anak-anak belajar sportivitas, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kejujuran. Kami berharap ekosistem sekolah dan orang tua terus mendukung perjalanan mereka menjadi atlet masa depan,” tutur Yoppy.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kudus, Noor Akhmad, menilai kompetisi berjenjang seperti ini merupakan kunci regenerasi. Ia yakin Kudus dapat kembali menghasilkan atlet potensial yang mampu bersaing di panggung besar, mulai dari Porprov Jawa Tengah 2026 hingga Popnas.

“Banyak atlet yang membela Kudus di Porprov nanti adalah lulusan MilkLife Athletics Challenge. Ajang ini menjadi wadah ideal untuk mengasah kemampuan sejak dini dan mengukur kesiapan menuju level yang lebih tinggi,” ucap Noor.

Dukungan juga datang dari Perwakilan PASI Jawa Tengah, Firdaus, yang menilai Kudus berhasil memberikan teladan pembinaan atlet usia dini melalui ekosistem kompetisi yang konsisten.

Salah satu bintang lapangan pada seri kedua ini adalah Irgi Candra Pranata, pelari dari SMAN 2 Bae Kudus. Turun di nomor 100 m, 400 m, dan estafet 4 x 400 m, Irgi menyabet dua gelar juara, dengan catatan waktu terbaik 50.57 detik (400 m) dan 11.18 detik (100 m).


Baru saja meraih juara 1 estafet 4 x 400 meter di Popnas 2025, Irgi menjadikan turnamen ini ajang pemanasan menjelang Porprov.

“Bangga sekali bisa tampil mewakili sekolah. Pesan saya buat adik-adik, jangan takut bersaing. Yang penting disiplin latihan dan percaya diri,” ujar Irgi.

Tak kalah mencuri perhatian, tim SMA NU Al Ma’ruf tampil fenomenal dan menggondol gelar juara umum KU 18 dengan torehan 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Pelatih Miqdam Maulana menyebut latihan intensif selama 1,5 bulan menjadi kunci keberhasilan.

“Antusiasme anak-anak luar biasa. Atletik menjadi ekstrakurikuler unggulan di sekolah kami, dan kompetisi seperti ini memotivasi mereka untuk terus berkembang,” jelas Miqdam.