SPORT

Kudus dan Malang Panen Talenta Muda di MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026

Aksi Adelice Maureen Hanum Faisal, Pemain SDN Lowokwaru 3 yang juga menjadi top scorer dengan 36 gol pada KU 12 Milklife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025-2026. Foto: istimewa
Aksi Adelice Maureen Hanum Faisal, Pemain SDN Lowokwaru 3 yang juga menjadi top scorer dengan 36 gol pada KU 12 Milklife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025-2026. Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA - MilkLife Soccer Challenge Kudus dan Malang Seri 2 2025–2026 resmi mencapai partai puncak setelah menghadirkan rangkaian pertandingan kompetitif yang melibatkan ribuan siswi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Ajang ini kembali menjadi wadah pembinaan sepak bola putri usia dini yang konsisten digelar untuk melahirkan talenta masa depan Indonesia.

Di Kudus, MI NU Baitul Mukminin sukses keluar sebagai juara kategori usia (KU) 10 setelah menaklukkan MI NU Pendidikan Islam dengan skor 4-1. Sementara pada kategori KU 12, SDN Jambean 02 Pati berhasil meraih gelar juara usai mengalahkan juara bertahan SDUT Bumi Kartini Jepara lewat drama adu penalti dengan skor 6-5.

Adapun di Malang, SDN Tulungrejo 02 tampil sebagai kampiun KU 10 setelah mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1. Sedangkan SDN Lowokwaru 3 memastikan gelar juara KU 12 usai menundukkan SDN 3 Pandanlandung dengan skor meyakinkan 3-0.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini.

“MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang digelar secara konsisten mampu menjadi wadah pembinaan efektif untuk melahirkan talenta-talenta masa depan,” ujar Teddy.


Menurutnya, antusiasme peserta dan kualitas permainan terus mengalami peningkatan dari seri ke seri. Hal tersebut terlihat dari semakin kompetitifnya pertandingan serta berkembangnya pemahaman para pemain terhadap sportivitas dan kerja sama tim di lapangan.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menegaskan pembinaan pemain muda tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik, tetapi juga konsistensi latihan dan pembentukan karakter.

“Prestasi memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi latihan. Ketika kemampuan meningkat, para siswi akan semakin mencintai sepak bola. Dari situ potensi dan bakat mereka bisa berkembang,” kata Timo.

Ia juga menilai perkembangan sepak bola putri di Kudus sudah semakin matang sebagai kota pertama penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Sementara itu, Malang mulai menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas permainan.

MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025–2026 berlangsung pada 19–24 Mei 2026 di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Kompetisi ini diikuti 1.391 siswi dari 89 sekolah dan madrasah yang terbagi dalam 66 tim KU 10 serta 64 tim KU 12.

Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025–2026 digelar pada 21–24 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Malang, dengan melibatkan 2.161 siswi dari 122 sekolah dan madrasah. Jumlah tersebut terbagi ke dalam 82 tim KU 10 dan 116 tim KU 12.