SPORT
MilkLife Soccer Challenge Jadi Program Grassroots Terbaik di PSSI Awards 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Program pembinaan sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge kembali menorehkan prestasi nasional. Program yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini meraih penghargaan Grassroots Development Program of The Year dalam ajang PSSI Awards 2026 yang digelar di Jakarta, akhir pekan lalu.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan penting atas kontribusi nyata MilkLife Soccer Challenge dalam membangun fondasi sepak bola putri Indonesia dari level usia dini. Sejak pertama digelar pada 2023, program ini telah diikuti lebih dari 32.000 siswi SD dan MI dari berbagai daerah di Tanah Air.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa PSSI Awards bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan bentuk apresiasi bagi seluruh elemen yang berperan dalam membangun sepak bola nasional dari akar rumput hingga level prestasi.
“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, asosiasi provinsi, sponsor, komunitas, dan semua pihak yang terus bekerja menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup,” ujar Erick.
Ajang penghargaan yang baru pertama kali diselenggarakan sepanjang sejarah PSSI yang hampir satu abad itu juga dihadiri sejumlah tokoh sepak bola nasional, termasuk pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi dari PSSI menjadi dorongan besar untuk memperluas jangkauan pembinaan sepak bola putri di Indonesia.
Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan sejak usia sekolah dasar.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan sepak bola putri usia dini. Harapannya semakin banyak talenta muda yang bisa berkembang hingga memperkuat Timnas Indonesia di masa depan,” ujar Teddy.
Ia juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada mendiang Michael Bambang Hartono serta Robert Budi Hartono yang selama ini konsisten mendukung pembinaan olahraga melalui Djarum Foundation.
Sejak pertama digelar di Kudus pada 2023, MilkLife Soccer Challenge kini telah berkembang pesat dan menjangkau 12 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin.
Kompetisi di setiap kota diselenggarakan dua kali dalam setahun dengan tren partisipasi yang terus meningkat muali Seri 1 2024 tercatat ada 5.163 peserta, Seri 2 2024 sebanyak 10.051 peserta, dan Seri 1 2025–2026 menembus angka 17.492 peserta.
Secara total, sebanyak 32.706 siswi telah ambil bagian sejak program ini pertama kali bergulir.
Lonjakan jumlah peserta tersebut menjadi indikator meningkatnya minat sepak bola putri di kalangan pelajar sekolah dasar.
Kepala SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai MilkLife Soccer Challenge memberi dampak nyata terhadap perkembangan siswa, baik dari sisi kesehatan, karakter, maupun kemampuan sosial.
Menurutnya, turnamen kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Program ini menjadi ruang bagi siswa mengekspresikan diri dan menemukan potensi mereka di bidang olahraga. Ini bukti pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai berjalan ke arah yang benar,” ujarnya.
Prestasi SDN Klepu 03 Semarang sendiri cukup membanggakan. Tim KU-10 sekolah tersebut mampu meraih juara empat seri berturut-turut sejak Seri 2 2024 hingga Seri 2 musim 2025–2026.
MilkLife Soccer Challenge juga terbukti menjadi jalur awal lahirnya talenta muda potensial sepak bola putri Indonesia.
Salah satu alumninya, Albianca Raula, mengaku program ini berperan besar dalam perjalanan kariernya hingga sempat mengikuti seleksi Timnas Putri U-16 untuk Piala AFF.
“Turnamen ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ada Skill Challenge, Extra Training, dan All-Stars yang membantu meningkatkan teknik dan mental kami,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Ika Wonda yang pernah tampil di turnamen internasional JSSL Singapore 7’s 2025 dan membawa timnya meraih posisi runner-up.
Ia berharap semakin banyak pesepak bola putri muda mendapat kesempatan berkembang melalui MilkLife Soccer Challenge.
“Semoga semakin banyak pemain putri Indonesia yang lahir dari program ini dan suatu hari bisa membawa Indonesia tampil di Piala Dunia Wanita,” katanya.
Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU-10 dan KU-12, MilkLife Soccer Challenge juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU-8 serta Skill Challenge sebagai sarana pengenalan teknik dasar sepak bola sejak dini.
Setelah seluruh seri di 12 kota rampung, kompetisi akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026 yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.
Menariknya, format pertandingan All-Stars musim ini berubah dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9, menghadirkan tantangan baru bagi para pemain terbaik hasil kurasi dari seluruh kota penyelenggara.
Seri lanjutan MilkLife Soccer Challenge musim 2025–2026 sendiri akan kembali bergulir mulai April hingga Mei 2026 di sejumlah kota seperti Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang.
MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 - 2026 akan berlanjut pada April hingga Mei 2026 yang dimulai dari Samarinda (23-26 April 2026), Bekasi (28 April-3 Mei 2026), Banjarmasin (30 April-3 Mei 2026), Kudus (12-17 Mei 2026), Surabaya (12-17 Mei 2026), dan Malang (21-24 Mei 2026).
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

