SPORT
Persija vs Persib di GBK, Suporter Tamu Dilarang Hadir
apakabar.co.id, JAKARTA – Duel panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada Game Week kedua Super League 2026/2027 dipastikan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Pertandingan tersebut mendapat izin dari pihak kepolisian dan dapat disaksikan langsung oleh suporter tuan rumah. Namun, suporter Persib Bandung dipastikan dilarang hadir ke Jakarta maupun menyaksikan pertandingan dari tribun SUGBK.
Presiden Direktur I-League, Ferry Paulus, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi potensi gesekan dalam pertandingan yang memiliki rivalitas tinggi.
"Kami sangat menginginkan Persija, Jakmania, suporter Persija, untuk bisa menjaga rumahnya dengan menjadi tuan rumah yang baik," kata Ferry, Kamis (10/9).
Ferry juga meminta suporter kedua klub tidak melakukan provokasi, terutama melalui media sosial. Rivalitas Persija dan Persib, menurut dia, harus cukup berlangsung selama pertandingan tanpa berkembang menjadi konflik di luar stadion.
Pihak keamanan juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk penyekatan di beberapa titik yang dinilai rawan. Koordinasi dilakukan antara Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat untuk mencegah suporter tim tamu datang ke Jakarta.
Selain itu, Persija dan kelompok suporter di wilayah Jakarta menyiapkan sejumlah lokasi nonton bareng (nobar) bagi pendukung yang tidak mendapatkan tempat di SUGBK. Lokasi nobar tersebut diminta didaftarkan agar dapat diverifikasi dan dipantau.
"Kami sudah mendorong kepada pihak kedua belah pihak, bagi suporter yang melakukan hal-hal yang negatif, maka klub harus dan wajib memberikan sanksi," ujar Ferry.
I-League juga menyiapkan sistem tiket melalui Sobat Liga yang dilengkapi teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Teknologi tersebut diharapkan membantu proses identifikasi penonton sekaligus memantau potensi gangguan di dalam stadion.
Untuk pertandingan ini, penonton Persija diwajibkan menggunakan jersey Persija. Selain itu, kepemilikan KTP DKI Jakarta menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan tiket.
Ferry menegaskan, suporter yang terbukti melakukan tindakan anarkis di stadion dapat dikenai larangan menonton pertandingan secara langsung seumur hidup. Jika tindakan tersebut mengarah pada pelanggaran hukum atau kriminal, pihak kepolisian akan melakukan penindakan sesuai ketentuan.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengapresiasi Polri yang memberikan izin pertandingan Persija kontra Persib digelar di Jakarta dengan kehadiran penonton.
"Ini menjadi titik awal dari sebuah pergelaran antara Persija dan Persib Bandung yang diharapkan oleh keluarga besar sepak bola Indonesia, yang insya Allah akan bertanding dengan aman dan sukses," kata Yunus.
Yunus juga berharap rivalitas kedua tim hanya berlangsung selama 90 menit pertandingan. Ia mengimbau seluruh pihak menjaga persatuan, perdamaian, dan persahabatan antarsuporter.
PSSI sebelumnya telah berkomunikasi dengan Persib terkait rencana menghadirkan perwakilan suporter Persib sebagai simbol perdamaian di SUGBK. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan karena dikhawatirkan dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan provokasi.
Sebagai gantinya, PSSI bersama Persib dan Persija akan membangun komunikasi antarsuporter di luar pertandingan. Yunus menyebut salah satu agenda yang disiapkan adalah mempertemukan suporter Persija dan Persib dalam kegiatan "ngopi bareng".
"Kita akan awali komunikasi ini di hari-hari yang akan datang dan tentu ini sangat positif dan sangat baik," ujarnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

