EKBIS

Negosiasi Tarif Impor AS Bergeser ke Pertengahan Februari

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas meninjau gladi kotor Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: Antara
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas meninjau gladi kotor Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Proses negosiasi terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergeser ke pertengahan Februari 2026. Semula ditargetkan rampung Januari.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menerangkan proses negosiasi kebijakan tarif yang dikaitkan dengan Presiden Donald Trump itu masih terus berjalan dan belum menemui kendala substansial.

"Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di pekan kedua bulan Februari," katanya di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (28/1).
Prasetyo juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan langsung terkait negosiasi tersebut.

Menurutnya, penyesuaian waktu lebih disebabkan oleh masih adanya sejumlah hal yang perlu dicari titik temu oleh kedua belah pihak.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa pergeseran jadwal bukan disebabkan oleh persoalan substansi.

"Secara substansi insyaallah enggak ada masalah," katanya.