EKBIS

Peredaran Penumpang di Ketapang-Gilimanuk Diprediksi Mencapai 1,67 Juta Orang

Kendaraan roda dua dan roda empat bergerak menuju kapal melalui dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Antara
Kendaraan roda dua dan roda empat bergerak menuju kapal melalui dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Sebanyak 1,67 juta orang penumpang diprediksi akan beredar di lintasan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang pada Angkutan Lebaran 2026. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 3 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 1,62 juta penumpang.

Senior General Manager Regional III ASDP Lutfi Pratama Adi Subarkah mengatakan bahwa peningkatan juga terjadi pada kendaraan yang diperkirakan mencapai 453.964 unit, naik 5 persen dari 427.033 unit pada 2025.

“Ada kenaikan tiga kali lipat dibandingkan rata-rata jumlah penumpang harian saat normal yang sekitar 10-11 ribu orang,” kata Lutfi dalam konferensi pers di Banyuwangi seperti dilansir Antara, Selasa (10/2).
Berdasarkan data prediksi angkutan Lebaran 2026, jumlah trip kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan mencapai 10.080 perjalanan, naik 4 persen dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 9.658 trip.

Dari jumlah tersebut, arus mudik dari Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mencapai 4.928 perjalanan, dengan penumpang sebanyak 876.439 orang dan kendaraan 239.519 unit, masing-masing naik 4–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, arus balik dari Pelabuhan Ketapang diproyeksikan meningkat menjadi 5.152 perjalanan, dengan total 799.485 penumpang dan 214.445 kendaraan.

Lutfi memaparkan ASDP juga menyiapkan pola operasi khusus untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Dalam kondisi normal, sebanyak 28 kapal beroperasi. Jika terjadi kepadatan, jumlah kapal akan ditambah menjadi 30 unit, sedangkan untuk kondisi sangat padat ASDP akan mengoperasikan hingga 32 kapal.
Adapun indikator kepadatan ditentukan dari panjang antrean kendaraan, mulai dari 190 meter hingga 1,3 kilometer dari area pelabuhan.

Lutfi mengatakan puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 17 Maret 2026 dengan total penumpang mencapai 32.150 orang, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 26 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 27.038 orang.

Ia menambahkan momentum Lebaran tahun ini bertepatan dengan libur sekolah, cuti bersama, serta Hari Raya Nyepi pada 19 Maret, sehingga diperkirakan akan menambah intensitas pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.