LIFESTYLE
Ancaman Krisis Energi, Chef Gun Edukasi Cara Hemat LPG di Rumah
apakabar.co.id, JAKARTA - Di tengah ancaman krisis energi global akibat dinamika geopolitik dunia, pemerintah mengimbau masyarakat mulai berhemat energi, termasuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Namun, upaya penghematan ternyata bisa dimulai dari langkah sederhana di dapur rumah tangga.
Technical Chef produsen tepung beras, Igun Gunawan, membagikan sejumlah tips praktis agar penggunaan gas memasak lebih efisien tanpa mengurangi kualitas masakan sehari-hari.
Menurut Chef Gun, krisis energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau industri besar. Rumah tangga juga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Banyak orang menganggap krisis energi itu urusan negara. Padahal, dapur rumah tangga juga punya kontribusi besar. Cara kita memasak setiap hari sangat menentukan,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (30/3).
Ia menilai salah satu kebiasaan yang masih sering terjadi adalah menyalakan kompor sebelum semua bahan siap dimasak. Kebiasaan sederhana ini ternyata menjadi penyebab pemborosan gas yang kerap tidak disadari.
“Sering kompor sudah menyala, tapi bahan masih dipotong. Terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari, dampaknya besar,” jelasnya.
Chef Gun juga menyarankan masyarakat memanfaatkan teknik persiapan bahan yang tepat, seperti merendam bahan makanan sebelum dimasak. Cara ini dinilai efektif mempercepat proses memasak sekaligus menghemat konsumsi energi.
“Teknik merendam bahan itu sederhana, tapi sangat membantu mempercepat waktu masak tanpa menambah pemakaian gas,” katanya.
Selain kebiasaan memasak, kondisi kompor juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Burner yang kotor akibat sisa kuah, minyak, atau air dapat menghambat aliran gas sehingga pembakaran tidak optimal.
“Api yang bagus itu berwarna biru. Kalau sudah kuning, berarti pembakaran tidak sempurna dan gas terbuang percuma,” tegasnya.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa api besar selalu mempercepat proses memasak. Justru sebaliknya, penggunaan api sedang dinilai lebih stabil, merata, dan hemat energi.
“Api sedang lebih efisien dan hasil masakan juga lebih baik. Ini mindset yang perlu diubah,” ujar Chef Gun.
Menurutnya, jika kebiasaan hemat energi di dapur dilakukan secara kolektif oleh jutaan rumah tangga di Indonesia, dampaknya akan sangat besar bagi ketahanan energi nasional.
“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan konflik dunia, tapi kita bisa mengendalikan cara menggunakan energi di rumah. Dari situ kontribusi besar bisa dimulai,” pungkasnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR