LIFESTYLE

POGI Gelar Funwalk SPRIN di Jakarta, Dorong Kesadaran dan Edukasi Kesehatan Perempuan

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menggelar kegiatan Funwalk Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN), di Jakarta, Minggu (12/4). Foto: apakabar
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menggelar kegiatan Funwalk Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN), di Jakarta, Minggu (12/4). Foto: apakabar
apakabar.co.id, JAKARTA - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menggelar kegiatan SPRIN Funwalk, di Jakarta, Minggu (12/4). SPRIN akronim dari Selamatkan Perempuan Indonesia merupakan sebuah gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta edukasi masyarakat terkait kesehatan reproduksi perempuan, sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara POGI dan Asia Oceania Federation of Obstetrics and Gynecology (AOFOG). Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan reproduksi di tingkat nasional maupun regional.

“Melalui SPRIN, kita ingin meningkatkan public awareness bahwa masalah kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya tenaga medis, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujar Budi.

Budi menyoroti sejumlah persoalan utama kesehatan perempuan di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar, yakni tingginya angka kematian ibu dan bayi, kasus stunting, serta kanker serviks. Ia menegaskan bahwa sebagian besar persoalan tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi yang tepat, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan yang memadai.

“Itu adalah masalah bersama yang harus kita tuntaskan bersama-sama,” ujar Budi.

Budi juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas sektor atau pentahelix, dengan melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Pembelajaran dari pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa permasalahan besar hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama yang kuat.

Dukungan terhadap gerakan SPRIN juga datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Staf Khusus Menteri Bidang Perempuan dan Politik, Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin, menyampaikan bahwa upaya peningkatan kesehatan perempuan memiliki dampak luas terhadap pembangunan bangsa.

“Ini bukan hanya soal menyelamatkan perempuan, tetapi juga menyelamatkan generasi dan masa depan bangsa. Karena itu, SPRIN harus menjadi gerakan nasional yang dipahami dan dijalankan bersama,” ujarnya.

Budi juga menjelaskan bahwa kegiatan funwalk dipilih sebagai sarana edukasi yang efektif karena bersifat santai dan inklusif. Melalui interaksi langsung selama kegiatan, peserta dapat berdiskusi, bertukar ide, serta memahami isu kesehatan perempuan dengan cara yang lebih mudah diterima.

Selain funwalk, POGI akan melanjutkan rangkaian kegiatan melalui National SPRIN Summit pada 21 April bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Momentum ini dipilih untuk mengingatkan bahwa kematian ibu, termasuk akibat komplikasi persalinan, sejatinya dapat dicegah melalui sistem kesehatan yang kuat dan kolaborasi yang baik.

POGI juga akan menggelar workshop dan diskusi kelompok terarah bersama mitra internasional guna merumuskan strategi konkret dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta menangani stunting dan kanker serviks di Indonesia.

Ke depan, POGI mendorong pembentukan satuan tugas nasional SPRIN guna memperkuat kepemimpinan dan koordinasi dalam upaya peningkatan kesehatan perempuan.

" Dengan langkah tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dan angka kematian ibu di Indonesia dapat ditekan secara signifikan," pugkasnya.