LINGKUNGAN HIDUP
Asap Kuning dari Pabrik Kimia Cilegon Picu Kepanikan, KLH Turunkan Tim Investigasi
KLH menurunkan tim untuk meninjau lokasi pabrik penyimpanan bahan kimia di Cilegon, Banten, setelah beredar video kepulan asap berwarna kuning di media sosial pada Sabtu (31/1).
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi pabrik penyimpanan bahan kimia di Cilegon, Banten, setelah beredar luas video kepulan asap berwarna kuning di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (31/1) dan sempat memicu kepanikan warga di sekitar Kelurahan Gerem.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Rasio Ridho Sani, menyatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan sumber dan dampak dari kejadian tersebut.
"Kita sedang kirimkan tim ke lokasi," kata Rasio Ridho Sani dikutip ANTARA, Senin (02/2). Peninjauan dilakukan menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap potensi risiko lingkungan dan kesehatan.
Video yang beredar menunjukkan asap berwarna kuning pekat muncul dari area pabrik kimia. Sejumlah warga mengaku mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga muntah sesaat setelah kejadian. Kondisi tersebut telah membuat sebagian warga panik dan mempertanyakan keamanan lingkungan di sekitar kawasan industri tersebut.
Pemerintah Kota Cilegon juga telah melakukan pemeriksaan. Wali Kota Cilegon, Robinsar, mendatangi lokasi bersama jajaran terkait. Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan tidak ditemukan kebocoran gas, baik dari pipa maupun tangki penyimpanan. Menurut Pemkot, asap yang muncul bukan berasal dari insiden kebocoran berbahaya.
Pemkot Cilegon memastikan kondisi lingkungan di sekitar pabrik dalam keadaan aman. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta pihak perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, terutama yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Di sisi lain, dorongan agar investigasi dilakukan secara lebih menyeluruh datang dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, meminta pemerintah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kebocoran gas di pabrik tersebut. Menurutnya, meski aparat kepolisian dan pemerintah daerah telah menyatakan asap muncul akibat proses pembersihan pipa, publik tetap membutuhkan penjelasan yang transparan dan mudah dipahami.
Dorongan ini dinilai penting mengingat kawasan Cilegon merupakan wilayah industri berat dengan aktivitas kimia berskala besar. Kejadian seperti ini, meski dinyatakan tidak berbahaya, dapat berdampak besar pada rasa aman masyarakat jika tidak dijelaskan secara terbuka.
Sejauh ini, asap berwarna dari pabrik kimia telah memicu kepanikan karena warna sering diasosiasikan dengan zat berbahaya. Padahal, dalam beberapa proses industri, perubahan warna asap bisa terjadi akibat reaksi kimia tertentu atau proses pembersihan peralatan.
Meski demikian, tanpa informasi yang jelas, warga cenderung mengaitkannya dengan risiko kesehatan, terutama ketika muncul gejala fisik seperti pusing atau mual.
Karena itu, kehadiran tim KLH di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan fakta sebenarnya, sekaligus memberi kepastian kepada publik. Investigasi diharapkan tidak hanya memastikan penyebab teknis asap kuning, tetapi juga menilai apakah prosedur keselamatan dan komunikasi risiko dari pihak industri sudah berjalan dengan baik.
Hingga kini, hasil peninjauan KLH masih ditunggu. Masyarakat berharap ada penjelasan resmi yang transparan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kepanikan di kemudian hari.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK