1446
1446

53 Keluarga Asal Kampung Cisarua Masih Bertahan di Tenda Pasca-Gempa Cianjur

Sebanyak 53 keluarga asal Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih bertahan dengan tinggal di tenda yang terbuat dari terpal meskipun gempa bumi  5,6 magnitudo telah berselang dua tahun lamanya. Foto: apakabar.co.id/Riski Maulana.

apakabar.co.id, CIANJUR – Sebanyak 53 keluarga asal Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih bertahan dengan tinggal di tenda yang terbuat dari terpal meskipun gempa bumi  5,6 magnitudo telah berselang dua tahun lamanya.

Bantuan stimulan dari pemerintah hingga saat ini belum menyentuh para keluarga tersebut. Padahal lokasi kampung mereka tidak jauh dari rumah Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Menurut warga korban gempa bumi, Cici Supriadi (43), dirinya terpaksa menggadaikan sawah demi membangun rumah semi permanen tempat dimana ia dan keluarganya tinggal.

“Pekerjaan saya petani, menggarap sawah, tapi sekarang sawahnya digadaikan untuk membangun rumah. Kalau harus tinggal di tenda darurat kasihan anak-anak masih kecil,” tuturnya kepada apakabar, Jumat (17/5).

Sebelumnya, Cici bersama istri dan empat anaknya yang masih kecil mengungsi dengan mengontrak rumah di wilayah Kecamatan Cipanas.

“Saya ngontrak rumah selama satu tahun dengan biaya Rp400 ribu per bulan dengan biaya sendiri tanpa bantuan pemerintah,” ujarnya.

Warga lainnya, Ahmad Jayudin (50) mengaku sudah tiga kali mengganti terpal agar bisa bertahan tinggal di tenda pengungsian. Ia mengaku beraktivitas di dalam tenda karena tidak memiliki uang untuk membangun rumah.

“Anak saya empat, kerja hanya sopir angkot. Untuk makan sehari-hari juga kurang, bagaimana bisa membangun rumah yang roboh kena gempa,” paparnya.

Ahmad membeberkan sejak kejadian gempa hingga saat ini, dirinya belum terdaftar sebagai penerima bantuan stimulan untuk pembangunan rumah.

“Untuk tahap empat ini saya serahkan sama Pak RT apakah masuk daftar yang mendapat bantuan atau tidak,” katanya.

Selama ini, untuk mengganti terpal yang sudah robek Ahmad mengaku mendapat bantuan dari Wakil Bupati Cianjur Tb Mulyana Syahrudin yang kebetulan datang ke lokasi mereka.

“Allhamdulilah ada bantuan dari bapak wakil bupati, terpal yang baru dan ini sangat bermanfaat untuk saya karena yang sedang dipakai sudah bolong-bolong,” pparnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Agus Muhyidin menjelaskan pihaknya telah mendata semua warga yang belum mendapat bantuan. Ia berharap para warga tersebut bisa terdaftar di pemberian bantuan tahap keempat.

“Saya sudah berusaha bantu, datanya sudah masuk. Mudah-mudahan bisa cair,” tutupnya.

110 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *