NEWS

Banjir Jakarta Berangsur Surut, Tinggal 28 RT dan Enam Ruas Jalan Tergenang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan kondisi banjir di Ibu Kota mulai membaik. Genangan air yang sempat meluas di berbagai wilayah kini berangsur surut.
Pengendara bajaj melintasi banjir di Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2026). Foto: ANTARA
Pengendara bajaj melintasi banjir di Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan kondisi banjir di Ibu Kota mulai membaik. Genangan air yang sempat meluas di berbagai wilayah kini berangsur surut.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa hingga Selasa (13/1) pagi, banjir tercatat tinggal menggenangi 28 rukun tetangga (RT) dan 6 (enam) ruas jalan.

Ketinggian air saat ini berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter. “Genangan sudah jauh berkurang dibandingkan malam sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (13/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB, banjir sempat merendam 63 RT di berbagai wilayah Jakarta. Namun, berkat upaya penyedotan dan normalisasi aliran air, jumlah titik genangan terus menurun hingga tersisa 28 RT pada Selasa pagi.

Menurut Yohan, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lapangan untuk memantau kondisi genangan. BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air di lokasi-lokasi terdampak.

“Selain itu, kami memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik agar genangan dapat surut lebih cepat,” paparnya.

Wilayah yang masih tergenang
Di wilayah Jakarta Barat, banjir masih terjadi di sembilan RT. Rinciannya, lima RT di Kelurahan Tegal Alur dengan ketinggian air sekitar 30–35 sentimeter, serta empat RT di Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Sementara itu, Jakarta Utara menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 19 RT. Genangan tersebar di delapan kelurahan, yaitu Cilincing, Kalibaru, Semper Barat, Sukapura, Lagoa, Kebon Bawang, Tanjung Priok, dan Warakas. 

"Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter di beberapa titik," katanya.

Kelurahan Kebon Bawang dan Semper Barat menjadi daerah dengan genangan tertinggi, yakni sekitar 50–60 sentimeter. Kondisi tersebut membuat sebagian aktivitas warga masih terganggu, terutama di area pemukiman padat.

BPBD DKI Jakarta menyebutkan penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan yang tinggi dalam waktu relatif singkat, sehingga sistem drainase tidak mampu menampung volume air secara optimal.

6 ruas jalan terdampak
Selain permukiman, banjir juga masih menggenangi enam ruas jalan di Jakarta Utara. Ketinggian air di jalan-jalan tersebut berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter.

Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Swasembada Raya di Kebon Bawang, Jalan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jalan Gunung Sahari di depan Lantamal, serta Jalan RE Martadinata di depan Stasiun Ancol. Genangan juga masih terlihat di Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Semper Barat, dan Jalan Muara Baru, Penjaringan.

Meski demikian, sebagian besar ruas jalan sudah dapat dilalui kendaraan dengan tetap mengutamakan kehati-hatian.

BPBD DKI Jakarta memastikan proses penanganan banjir terus dilakukan hingga seluruh genangan benar-benar surut. Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan melaporkan jika terdapat genangan baru di lingkungan masing-masing.

Dengan kerja sama berbagai pihak dan kondisi cuaca yang mulai membaik, BPBD optimistis genangan air di Jakarta dapat segera teratasi sepenuhnya. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah terkait perkembangan situasi banjir.