NEWS
Jelang Mudik Lebaran, Menko AHY Pastikan Perbaikan Infrastruktur di Daerah Bencana Sumatera Berjalan
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat di Masjid Babah Alun, Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Mandala II Bawah No.100 4, RT 4/RW 2, Cilandak Barat, Jakarta Selatan tersebut juga dihadiri oleh Yusuf Hamka serta Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat berupa paket sembako.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan semangat berbagi kepada sesama.
“Saya berada di Masjid Babah Alun bersama Pak Jusuf Hamka, dan putra Pak Faisal serta keluarga besar dan masyarakat yang ada di sekitar sini. Termasuk tadi menghadirkan komunitas ojol, termasuk juga masyarakat keturunan Tionghoa, komunitas Tionghoa yang hadir dari Cianjur, dari Sukabumi, termasuk dari Jakarta sendiri,” ujar AHY.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan lintas komunitas sekaligus memperkuat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Semangatnya adalah tentu terus kita berbagi dan membangun solidaritas kemanusiaan di bulan suci Ramadan yang penuh dengan keberkahan ini,” lanjutnya.
AHY juga menyinggung kesiapan infrastruktur transportasi menjelang arus mudik Lebaran, termasuk di wilayah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera. Menurutnya, pemerintah tengah mempersiapkan berbagai sarana transportasi serta memastikan fasilitas pendukung perjalanan masyarakat dapat berfungsi dengan baik.
“Terminal, stasiun, pelabuhan, bandara semuanya kita siapkan. Armada kapal, pesawat, termasuk kereta juga selama masa mudik,” kata AHY.
Terkait daerah terdampak bencana di Sumatera, AHY menjelaskan bahwa Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana terus bekerja untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah terdampak, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bekerja. Kami dalam berbagai kesempatan juga terus melakukan rapat-rapat koordinasi dan pemeriksaan langsung di lapangan,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa progres perbaikan terus berjalan, mulai dari perbaikan hingga pembangunan kembali berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana.
“Tentu progresnya berjalan, baik itu perbaikan atau pembangunan kembali jalan dan jembatan yang hancur, sumber-sumber air bersih, kemudian juga tentunya perumahan rakyat yang banyak rusak, apakah kategori rusak ringan, sedang, berat, bahkan hilang karena banjir dan juga longsor, dan ini semua terus dihitung dengan baik,” ujar AHY.
Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak di tiga provinsi tersebut, meskipun pembangunan hunian tetap masih memerlukan proses yang lebih panjang karena berkaitan dengan ketersediaan lahan yang aman dari potensi bencana.
“Paling tidak hunian sementara atau huntara itu sudah digunakan di tiga provinsi tersebut. Yang masih membutuhkan proses adalah hunian tetap, karena memang perlu areal lahan di lokasi yang tidak rentan. Jangan sampai kita membangun kembali tetapi tetap rentan terhadap bencana yang mungkin terjadi,” kata dia.
AHY menambahkan bahwa pemerintah juga tengah menyiapkan penataan ruang yang lebih baik agar pembangunan kembali kawasan terdampak bencana tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Jadi harus disiapkan lahannya, tata ruangnya juga harus dibenahi sehingga tidak justru menimbulkan masalah yang lain,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana tersebut.
“Kami fokus mengawal dan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan juga Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar bekerja secara paralel, karena berkaitan dengan urusan lahan dan tata ruang,” jelas AHY.
Menurutnya, proses pemulihan wilayah terdampak bencana memang membutuhkan waktu yang tidak singkat, namun pemerintah berupaya agar progres perbaikan terus berjalan dari waktu ke waktu.
“Mudah-mudahan selalu ada progres yang baik dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun, karena memang membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa kembali seperti sedia kala dan bahkan lebih baik dari sebelumnya,” tutup AHY.
Editor:
ANDREY MICKO
ANDREY MICKO