NEWS
KJRI Chicago Pantau Keamanan WNI PascaPenembakan Warga oleh Petugas ICE
Kemlu RI terus memantau kondisi dan keselamatan WNI di Amerika Serikat menyusul penembakan oleh petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis.
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau secara intensif kondisi dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS) menyusul insiden penembakan yang dilakukan oleh petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis, negara bagian Minnesota, AS. Insiden tersebut telah memicu perhatian luas, demonstrasi, dan peningkatan dinamika keamanan di area tersebut.
Kejadian tersebut terjadi ketika agen ICE menembak seorang wanita lokal di Minneapolis pada awal Januari 2026 saat operasi penegakan imigrasi skala besar berlangsung di kota tersebut. Insiden ini menewaskan wanita berusia 37 tahun, yang menurut beberapa pihak merupakan pengamat publik atau warga biasa yang berada di lokasi.
Peristiwa tersebut kemudian memicu kemarahan masyarakat dan berbagai reaksi publik serta pejabat setempat. Kemlu melalui KJRI Chicago telah melakukan komunikasi intensif dengan komunitas WNI dan Diaspora Indonesia di wilayah kerja, termasuk di Minneapolis dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, hingga saat ini tidak ada laporan WNI maupun Diaspora Indonesia yang terdampak langsung oleh insiden penembakan tersebut ataupun oleh aksi demonstrasi yang sedang berlangsung.
"Semua WNI yang terhubung melalui saluran komunikasi terpantau dalam kondisi baik," ujar Plt. Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah dikutip Antara, Jumat (9/1).
Untuk memastikan keselamatan WNI, KJRI Chicago telah menyampaikan imbauan penting kepada seluruh WNI dan Diaspora Indonesia di wilayah kerjanya. Imbauan tersebut menekankan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kemungkinan dinamika keamanan yang meningkat akibat respons publik terhadap insiden penembakan dan operasi penegakan imigrasi.
"WNI diimbau agar bersikap hati-hati dalam aktivitas sehari-hari dan menghindari lokasi-lokasi yang menjadi pusat demonstrasi atau kerumunan massa demi mengurangi risiko hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan, KJRI Chicago juga telah membagikan nomor kontak hotline serta kanal komunikasi darurat yang dapat dihubungi oleh WNI apabila menghadapi situasi kedaruratan atau membutuhkan bantuan segera.
"Saluran komunikasi ini disiapkan agar setiap WNI dapat memperoleh dukungan dan informasi cepat saat berada dalam keadaan genting," paparnya.
Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Chicago menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi di Minneapolis dan wilayah akreditasi lainnya. Pemantauan ini mencakup evaluasi kondisi keamanan secara berkala, koordinasi dengan otoritas setempat, serta kesiapan memberikan bantuan bila diperlukan.
"Langkah-langkah perlindungan ini merupakan bagian dari tugas negara dalam menjaga keselamatan warga di luar negeri," kata Heni Hamidah.
Situasi di Minneapolis dan sekitarnya masih berkembang, dengan tingkat perhatian yang tinggi dari masyarakat, pejabat setempat, dan media internasional.
Masyarakat Indonesia di luar negeri diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan KJRI atau perwakilan RI setempat, serta mengutamakan keselamatan pribadi selama menghadapi potensi risiko di lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan koordinatif, Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI akan terus memastikan bahwa informasi tentang keselamatan WNI tersedia dan akurat, serta segala bentuk bantuan administratif atau darurat siap diberikan sesuai kebutuhan.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK