NEWS

KKP Bangun 1.000 Kapal Ikan, Siapkan 10.900 Tenaga Kerja Lokal Mulai 2026

Foto Ilustrasi nelayan bersiap menyandarkan perahunya di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi bagian dari pantura Jawa, Minggu (9/11/2025). Foto: Antara
Foto Ilustrasi nelayan bersiap menyandarkan perahunya di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi bagian dari pantura Jawa, Minggu (9/11/2025). Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 kapal ikan berkapasitas 30 gross ton di Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari strategi penguatan sektor perikanan nasional. Program ini diproyeksikan menyerap sekitar 10.900 tenaga kerja.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengatakan kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup nahkoda, perwira, hingga anak buah kapal (ABK) yang akan direkrut dari wilayah lokasi program, bukan dari luar daerah.

“Kami juga sedang menyiapkan pengisian tenaga kerja kapal ikan, di mana KKP akan membangun sekitar 1.000 kapal ikan dengan kapasitas 30 gross ton,” kata Nyoman di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Pemenuhan kebutuhan awak kapal akan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari job fair, seleksi dan asesmen, pembinaan kompetensi melalui pelatihan dan magang, hingga penempatan. Program ini direncanakan mulai dilaksanakan pada 2026.

Nyoman menekankan, keberhasilan program sangat bergantung pada peran penyuluh, mulai dari membimbing masyarakat, memantau pelaksanaan di lapangan, hingga memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai tujuan.

Selain pembangunan kapal, BPPSDM KP juga mengembangkan pelatihan budidaya tematik berbasis sistem bioflok. Pada awal Desember, sebanyak 300 peserta yang terdiri atas pengurus koperasi dan penyuluh telah mengikuti pelatihan, mencakup instalasi hingga pemasaran produk budidaya. Program tersebut ditargetkan berkembang menjadi 400 titik pada tahun depan.

“Jadi kami melakukan pelatihan kepada dua pengurus koperasi desa Kelurahan Merah Putih sebagai lokasi instalasi budidaya bioflok, ditambah satu orang penyuluh,” ujarnya.

Lebih lanjut, KKP juga menyiapkan tenaga kerja untuk operasional Tambak Waingapu seluas 2.000 hektare di Sumba Timur. Sebanyak 5.680 tenaga kerja lokal, terutama lulusan SMA, akan mengikuti pendidikan khusus dengan durasi bervariasi guna mempersiapkan mereka sebagai tenaga kerja on-farm di tambak udang.

Menurut Nyoman, pendidikan khusus tersebut penting untuk memastikan sumber daya manusia lokal mampu mengelola tambak secara profesional dan mendukung produktivitas yang optimal. Dengan strategi ini, KKP tidak hanya membangun infrastruktur perikanan, tetapi juga memastikan kesiapan SDM lokal demi keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan nasional.