OTOTEKNO

BYD Sealion 7 Baru Beli Sudah Rusak Berkali-Kali, Curhatan Pemilik Minta Ganti Unit Bikin Heboh

BYD Sealion 7 meluncur di IIMS 2025. Foto: dok. Istimewa
BYD Sealion 7 meluncur di IIMS 2025. Foto: dok. Istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA - Curhatan pemilik BYD Sealion 7 bernama Feline Alberthiene viral di Facebook setelah mengungkap pengalaman kurang menyenangkan dengan mobil listrik barunya.

Melalui unggahan yang dibagikan pada Senin, 11 Mei 2026, Feline mengaku kecewa karena mobil yang baru dibelinya disebut sudah mengalami kerusakan berulang meski usia kendaraan belum genap 10 hari.

Postingan tersebut memicu diskusi panjang di kalangan pengguna kendaraan listrik dan komunitas otomotif yang ada di grup BYD Indonesia di Facebook.


Baru Dibeli 28 April 2026, Masalah Datang Bertubi-tubi


Dalam curhatannya, Feline menjelaskan bahwa dirinya membeli BYD Sealion 7 pada 28 April 2026 dengan harapan mendapatkan kendaraan yang nyaman, aman, dan reliable untuk dipakai sehari-hari.

Namun masalah mulai muncul hanya beberapa hari setelah kendaraan digunakan.

Pada 1 Mei 2026, bagasi mobil disebut tiba-tiba tidak bisa dibuka. Saat dibawa ke dealer, pihak bengkel menyarankan update software sebagai solusi.

Sayangnya, setelah proses update dilakukan pada 2 Mei 2026, muncul masalah baru: AC mobil mendadak tidak dingin sama sekali.

Feline mengaku semakin khawatir karena mekanik disebut membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencari sumber kerusakan namun tidak menemukan penyebab pasti.
Menurut keterangannya, sistem kendaraan akhirnya harus di-reset menggunakan bantuan dari pusat BYD di China.

Setelah reset dilakukan, pada 3 Mei 2026 kondisi AC kembali normal dan mobil bisa digunakan lagi.

Namun ternyata masalah belum selesai. Pada 7 Mei 2026, AC kembali rusak. Angin tetap keluar, tetapi suhu kabin tidak dingin.

Feline kemudian kembali mendatangi dealer BYD Surabaya untuk meminta solusi atas kerusakan yang terus berulang.

Namun, ia mengaku justru diminta menunggu tanpa kepastian, sementara pihak manajemen dealer disebut sulit ditemui.

Situasi sempat memanas karena ibunda Feline disebut marah akibat tidak ada manager yang menemui mereka secara langsung.

Dalam unggahannya, Feline menyebut ibunya akhirnya masuk ke kantor Denza dan bertemu dengan Yansen yang mengaku sebagai manager regional dan membantu menenangkan situasi.

Meski begitu, solusi yang diberikan disebut masih berupa pengecekan ulang kendaraan hingga 11 Mei 2026.


Pemilik Minta Ganti Unit Baru


Feline mengaku keresahannya kini bukan hanya soal AC rusak, tetapi soal rasa aman menggunakan kendaraan tersebut ke depannya.

Ia mempertanyakan siapa yang bisa menjamin mobil benar-benar sudah normal setelah berkali-kali mengalami masalah dalam usia yang masih sangat baru.

“Saya membeli mobil baru supaya bisa dipakai dengan tenang, bukan dengan rasa khawatir kapan error berikutnya muncul lagi,” tulisnya dikutip Selasa (12/5).

Karena itu, ia meminta pihak BYD Indonesia mempertimbangkan penggantian unit baru.


Tanggapan Netizen


Unggahan Feline langsung dibanjiri komentar dari warganet yang ikut menyoroti kualitas kendaraan baru dan layanan purna jual.

Pengguna bernama Hendri Bintang menilai kalau beli mobil baru harapannya agar tidak was-was dan bebas khawatir.

 “Harapannya beli mobil baru biar nggak was-was masalah. Eh malah nambah was-was. Orang bayar mahal beli unit baru dengan harapan menghilangkan risiko kendaraan rusak. Kalau gini lebih baik beli second, hehehe,” tulisnya.

Komentar lain datang dari Alexander yang mengaku mengalami masalah berbeda pada BYD Sealion 7 miliknya.

 “Jangan sedih, di sini baru setahun pemakaian Bekasi–Jakarta–Tangerang, shock breaker-nya patah 😂,” curhatnya.

Sementara itu, komentar cukup keras datang dari pengguna bernama Andolin Hutapea yang menyinggung isu kebakaran kendaraan listrik BYD di luar negeri.

 “Di negeri asalnya aja BYD bolak balik kebakaran, diparkir aja kebakaran, sampai ke gudang indoor-nya aja di Shenzhen kebakaran hebat. Tiap minggu selalu ada case kebakaran. Kenapa di Indo malah laku terjual yak,” bebernya.