OTOTEKNO

Pakai Mobil Hybrid Toyota? Pentingnya Isi Bensin dengan Oktan Sesuai Rekomendasi

Toyota Astra Motor resmi memperkenalkan Toyota Veloz Hybrid untuk pasar otomotif Indonesia di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Foto: dok. TAM
Toyota Astra Motor resmi memperkenalkan Toyota Veloz Hybrid untuk pasar otomotif Indonesia di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Foto: dok. TAM
apakabar.co.id, JAKARTA - Mobil hybrid kini semakin diminati sebagai solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien.

Salah satu contohnya adalah lini Hybrid EV dari Toyota yang mengandalkan kombinasi motor listrik dan mesin bensin untuk menghasilkan performa optimal.

Namun di balik teknologi canggih tersebut, ada satu hal mendasar yang sering dianggap sepele: penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai.

Melalui edukasi dari Auto2000, pemilik kendaraan hybrid diingatkan bahwa kualitas bensin sangat berpengaruh terhadap performa dan efisiensi mesin.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa mesin hybrid Toyota dirancang dengan teknologi modern seperti Dual VVT-i hingga Dynamic Force Engine dengan rasio kompresi tinggi.

“Artinya, mesin membutuhkan bahan bakar dengan oktan yang sesuai agar proses pembakaran di ruang mesin berlangsung sempurna dan tenaga yang dihasilkan tetap optimal,” ungkap Tara dalam pernyataan resminya dikutip Senin (30/3).

Ketika kendaraan diisi dengan bensin beroktan lebih rendah dari rekomendasi, risiko yang muncul bukan sekadar penurunan performa.

Mesin bisa mengalami fenomena knocking atau detonasi, yaitu pembakaran yang terjadi tidak pada waktunya.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan suara “ngelitik” saat pedal gas diinjak, terutama ketika mobil membutuhkan tenaga besar seperti saat menanjak atau menyalip.

Dampaknya tidak bisa dianggap ringan, bisa membuat tenaga terasa hilang atau “ngempos”.

Kondisi ini juga mendorong pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam, yang pada akhirnya membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Situasi seperti ini justru sering terjadi saat perjalanan jauh seperti mudik, ketika mobil membawa beban penuh dan melewati kondisi jalan yang beragam.

Lebih jauh lagi, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dapat memicu pembentukan deposit kotoran di dalam ruang bakar.

Kotoran ini akan mengganggu kinerja mesin, meningkatkan suhu kerja, dan dalam jangka panjang berpotensi merusak komponen penting.

Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin serius hingga memerlukan perbaikan besar seperti turun mesin.

Karena itu, menggunakan bensin dengan nilai oktan yang direkomendasikan bukan sekadar mengikuti anjuran pabrikan, melainkan langkah penting untuk menjaga performa, efisiensi, sekaligus umur panjang mesin kendaraan.

Untuk mobil hybrid Toyota, umumnya disarankan menggunakan bahan bakar dengan RON 91 atau lebih tinggi agar mesin dapat bekerja sesuai desainnya.

Pada akhirnya, perhatian terhadap hal sederhana seperti pemilihan bahan bakar dapat memberikan dampak besar.

Tidak hanya membuat perjalanan lebih nyaman dan bertenaga, tetapi juga membantu menghemat biaya operasional dalam jangka panjang.