NEWS

TAUD Desak Bentuk TIGPF untuk Ungkap Kasus Kekerasan Andrie Yunus

Dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus yang teridentifikasi polisi. Foto: TV One
Dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus yang teridentifikasi polisi. Foto: TV One
apakabar.co.id, JAKARTA - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) terus mendesak agar segera dibentuk Tim Independen Gabungan Pencari Fakta (TIGPF) untuk mengungkap kasus kekerasan penyiraman air keras yang dialami oleh Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

"Kami meminta mengadili seluruh pelaku di peradilan umum. Termasuk memastikan perlindungan dan pemulihan korban secara menyeluruh," kata TAUD dikutip dalam keterangan tertulis dikutip di Jakarta, Minggu (4/4).

TAUD menegaskan serangan terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kekerasan biasa, ini adalah upaya terencana yang mengancam nyawa sekaligus serangan serius terhadap pembela HAM dan demokrasi.
Selain itu, kasus ini harus diproses sebagai percobaan pembunuhan berencana, dengan seluruh pelaku, termasuk aktor intelektual, diadili secara transparan di peradilan umum.

TAUD memaparkan fakta adanya pengintaian, pembuntutan, hingga eksekusi yang melibatkan banyak pihak menunjukkan bahwa kekerasan ini disusun secara sistematis. Ini bukan insiden acak. Ini terorganisir.

Karena itu, TAUD menegaskan jika negara gagal mengungkap kebenaran secara menyeluruh, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan bagi korban, tetapi juga masa depan perlindungan bagi seluruh pembela HAM di Indonesia.

"Keadilan tidak boleh setengah jalan. Kebenaran tidak boleh dikaburkan. Dan teror terhadap pembela HAM tidak boleh dinormalisasi," pungkasnya.