EKBIS

Awal Tahun, 30 Ribu Orang Menyeberang dari Bali ke Jawa

Kapal feri bersandar di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat (2/1/2026). Foto: Antara
Kapal feri bersandar di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat (2/1/2026). Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pada awal tahun 2026 sebanyak 30.600 orang penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengungkapkan pergerakan penumpang dan kendaraan pada Kamis (1/1) mulai ramai, dan ini mencerminkan kembalinya masyarakat dengan berakhirnya libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"ASDP terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik pada akhir pekan ini," ujarnya dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Jumat (2/1).
Heru menjelaskan bahwa awal Januari 2026 tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan dari Bali ke Jawa, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan angkutan logistik.

"Kami memastikan kesiapan armada kapal feri dan optimalisasi pola operasional, serta penguatan layanan di lintasan utama Ketapang-Gilimanuk, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan tahun baru," ujarnya.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menambahkan, secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang, dengan total kendaraan 121.364 unit.

"Sedangkan total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang, dengan kendaraan 110.193 unit," katanya.
Windy menyampaikan, kedisiplinan terhadap jadwal keberangkatan, kesiapan perjalanan serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci kelancaran arus balik Natal dan tahun baru.

"Pengguna jasa juga kami imbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem di lintasan Ketapang-Gilimanuk, demi keselamatan bersama," pungkasnya.