LIFESTYLE

Imlek 2026 Beririsan Ramadan, Solo Padukan Lampion dan Nuansa Islami

Suasana perayaan Imlek tampak menghiasi kawasan Gladag–Pasar Gede, Kota Solo, dengan deretan lampion merah dan ornamen khas Tionghoa, Kamis (29/1/2026). Pada perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, panitia akan memadukan dekorasi Imlek
Suasana perayaan Imlek tampak menghiasi kawasan Gladag–Pasar Gede, Kota Solo, dengan deretan lampion merah dan ornamen khas Tionghoa, Kamis (29/1/2026). Pada perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, panitia akan memadukan dekorasi Imlek
apakabar.co.id, SOLO - Perayaan Imlek 2026 di Kota Solo akan menghadirkan nuansa berbeda dan istimewa. Tahun ini, perayaan Tahun Baru Imlek beririsan langsung dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan momentum langka yang dimaknai sebagai ruang memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Kota Bengawan.

Biasanya, semarak Imlek di Solo berlangsung sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari. Namun pada 2026, rangkaian perayaan tersebut bersinggungan dengan awal Ramadan yang dimulai pada pertengahan Februari. 

Kondisi ini disambut positif oleh Panitia Bersama Imlek 2026 dengan menyiapkan berbagai kegiatan kolaboratif lintas budaya dan agama.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2026, Sumartono Hadinoto, menyebut perayaan Imlek tahun ini dirancang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


"Imlek 2026 ini ada beberapa acara yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi di pertengahan Imlek, di 17 Februari mendatang saudara kita yang muslim sudah mulai puasa jadi ada juga berbagi makanan ringan (takjil, Red) pada saat buka puasa," ungkap Sumartono di Kantor PMS, Kamis (29/1). 

Semangat kolaboratif untuk mewujudkan harmonisasi itu juga akan diwujudkan lewat hiasan yang dipajang sepanjang Gladag - Pasar Gede. 

Area yang di awal Imlek dipenuhi lampion dan hiasan shio khas Imlek itu nantinya akan dilengkapi dengan hiasan Ramadan yang selaras dengan suasana Imlek itu. 

"Diantara lampion shio diselanya akan dipasang lampion nuansa idul fitri yang bernuansa Tionghoa seperti Masjid Cengho dan lainnya yang menegaskan semangat Idul Fitri. Kami betul-betul terus merawat kebhinekaan di Kota Solo agar semakin ke depan semakin toleransi," sambungnya

Khusus untuk Imlek 2026, Panitia Bersama juga telah menyiapkan berbagai kegiatan menarik seperti Imlek Fun Run pada 1 Februari mendatang. 

Workshop dan Turnamen Mahjong pada 7-8 Februari, Talk show Motivasi dan aksi sosial donor darah di Gedung PMS pada 12 Februari. 

Grebeg Sudiro di 15 Februari hingga Kirab Barongsai dan berbagai kegiatan menarik pada penutupan Imlek 2026 pada 3 Maret mendatang. 

Dalam momen itu, Pemkot Solo juga akan merayakan Hari Jadi Kota Solo ke-281. Ini akan menjadi momen spesial ditengah pelaksanaan Imlek dan Ramadan yang ada di Kota Bengawan. 

"Kami putuskan tidak ada penyalaan kembang api. Tetapi di momen itu puncak kegiatannya ada di acara Grebeg Sudiro dan sepertinya pemerintah kota juga mau gelar ketoprak dan hiburan lainnya. Ini bentuk harmonisasi di Kota Solo," terang Sumartono.

Sementara itu secara terpisah, Wali Kota Solo Respati Ardi membenarkan bahwa Imlek 2026 ini spesial karena bersamaan dengan Ramadan. 


Oleh karena itu dirinya meminta agar setiap jajarannya untuk menyiapkan semuanya dengan baik dan meminimalkan gangguan yang bisa timbul di lapangan. 

"Saya mengajak semua unsur Forkopimda untuk memperkuat koordinasi, menjaga ketertiban umum, dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan agar suasana aman, nyaman, dan kondusif. Kita ingin Surakarta menjadi kota yang ramah bagi seluruh budaya, etnis, dan agama," pungkasnya.