SPORT
Ukir Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Bidik Final Piala Asia 2026
apakabar.co.id, JAKARTA – Pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan target timnya kini adalah lolos ke final AFC Futsal Asian Cup 2026, meski secara terbuka mengakui tidak puas dengan performa anak asuhnya saat menyingkirkan Vietnam di babak perempat final.
Indonesia memastikan tiket semifinal setelah menang dramatis 3-2 atas Vietnam di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2) malam. Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah, mengingat empat tahun lalu langkah Indonesia terhenti di fase perempat final.
“Final. Sekarang ya, targetnya final. Targetnya adalah mencapai final,” ujar Souto di mixed zone Indonesia Arena.
Di babak semifinal yang akan digelar Kamis (5/2), Indonesia akan menghadapi ujian berat melawan Jepang. Tim Samurai Biru melaju ke empat besar setelah membantai Afghanistan 6-0 di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.
Jepang bukan lawan asing bagi Indonesia. Pada Piala Asia Futsal 2022 di Kuwait, tim empat kali juara Asia itu menjadi penghalang langkah Garuda usai menang tipis 3-2.
“Saya tidak tahu bagaimana caranya, tentu saya punya ide,” kata Souto saat ditanya soal strategi menghadapi Jepang.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, mencetak gol lebih dulu akan menjadi faktor krusial dalam laga semifinal nanti.
“Tidak ada pilihan lain. Ini akan menjadi pertarungan. Saya berharap kami bisa bersaing dengan baik dan menjaga pertandingan hingga menit terakhir. Jika kami mencetak gol lebih dulu, kami akan lebih dekat dengan kemenangan,” ujar Souto.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan suporter. “Kami membutuhkan Indonesia Arena seperti hari ini. Ketika kami kesulitan, dukungan penonton sangat membantu kami, terutama di menit-menit akhir.”
Meski senang dengan hasil yang mengantar Indonesia ke semifinal, Souto secara tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap performa tim saat melawan Vietnam.
“Saya tidak puas dengan performa tim. Saya selalu berbicara soal performa dan hasil. Dari sisi hasil, tentu saya sangat senang. Tapi dari sisi performa, ini bukan performa yang saya inginkan,” katanya.
Indonesia tampil impresif pada babak pertama lewat dua gol yang dicetak Wendy Brian Ick dan Ardiansyah Nur. Namun, permainan solid itu tak berlanjut di babak kedua.
“Kami memulai babak kedua seperti tertidur,” ujar Souto.
Vietnam memperkecil ketertinggalan lewat Nguyen Da Hai sebelum Indonesia kembali menjauh melalui gol Reza Gunawan satu menit kemudian. Gol tersebut memaksa Vietnam bermain lebih berani dengan power play, yang berbuah gol kedua mereka pada menit ke-36.
“Para pemain tidak tampil baik. Ada ketidaksambungan selama tiga sampai lima menit pertama. Saya pikir Vietnam bermain jauh lebih baik dari kami,” kata Souto.
Ia menilai Indonesia hanya unggul dalam situasi bola mati, sesuatu yang tidak sesuai dengan filosofi permainan yang ia inginkan.
“Ini bukan tipe permainan yang saya inginkan dari tim nasional Indonesia,” tegasnya.
Souto menyebut jalannya laga ini mengingatkannya pada pertemuan Indonesia dan Vietnam di SEA Games 2025 Thailand, saat Garuda kalah 0-1 meski tampil lebih dominan. “Waktu itu mereka menang 1-0, tapi kami bermain jauh lebih baik dari mereka,” ucapnya.
Menghadapi Jepang, Souto berharap performa timnya meningkat drastis. Ia mengingatkan bahwa lawan di semifinal jauh lebih kuat dan berpengalaman.
“Saya harap ini hanya terjadi hari ini. Di semifinal sudah menunggu Jepang. Saya tahu Jepang menang, dan saya pikir kami punya peluang untuk mengalahkan mereka. Tidak banyak, tetapi kami punya peluang,” katanya.
Lebih jauh, pelatih berusia 44 tahun itu menyoroti pentingnya peningkatan performa jangka panjang, terutama dengan Piala Asia Futsal 2028 yang akan menjadi ajang kualifikasi Piala Dunia Futsal 2028.
“Jika ini adalah tahun Piala Dunia, kami akan lolos. Tapi jika kami tidak meningkatkan performa dalam dua tahun ke depan, kami tidak akan mencapai Piala Dunia,” tutup Souto.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

