SPORT
Indonesia Sikat Myanmar 5-0 di Laga Perdana BATC 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Tim putra Indonesia membuka langkah awal dengan manis di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Menghadapi Myanmar pada matchday pertama Grup D, Selasa (3/2), Indonesia tampil dominan dan menorehkan kemenangan telak 5-0.
Kemenangan Indonesia dipastikan lewat performa solid dari sektor tunggal hingga ganda, sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi para pemain muda yang menjalani debut beregu di level Asia senior.
Indonesia membuka laga lewat sektor tunggal putra pertama. Prahdiska Bagas Shujiwo tampil sebagai pembuka dan sukses mengatasi tekanan debutnya dengan kemenangan dua gim atas Htut Hein, 21-14, 21-19.
Meski sempat diliputi rasa gugup, Bagas mampu mengendalikan permainan, terutama di gim pertama dengan strategi reli panjang untuk memaksa lawan berlari. Ia mengakui adanya keraguan di gim kedua akibat faktor angin dan tekanan sebagai tunggal pertama, namun berhasil keluar dari situasi tersebut.
“Ini pertandingan beregu pertama saya di turnamen besar, pasti ada beban. Tapi saya mencoba meyakinkan diri kalau saya bisa melewati tantangan ini,” ujar Bagas.
Kemenangan Bagas memberi Indonesia keunggulan awal 1-0, sekaligus menjadi fondasi mental bagi rekan-rekannya.
Di partai kedua, Anthony Sinisuka Ginting tampil tanpa cela. Menghadapi Nyan Shaine Lin, Ginting menang meyakinkan 21-5, 21-11 dan membawa Indonesia unggul 2-0.
Ginting menegaskan bahwa kondisi fisiknya sudah pulih dan siap tampil maksimal. Ia juga menilai kemenangan Bagas Shujiwo sebagai poin penting dari sisi pengalaman.
“Main beregu itu berbeda. Faktor non-teknis besar sekali pengaruhnya. Saya senang Bagas bisa mengatasi tekanan, terutama di gim kedua,” kata Ginting.
Keunggulan Indonesia semakin melebar lewat sektor tunggal ketiga. Richie Duta Richardo, yang menjalani debut beregu seniornya, tampil lepas dan menghentikan Lal Zuidika dengan skor mencolok 21-5, 21-2.
Richie mengaku diuntungkan dengan kondisi tim yang sudah unggul, sehingga bisa bermain tanpa beban. Ia memilih memperlambat tempo untuk meredam permainan cepat lawan yang berlatar belakang pemain ganda.
“Ini pengalaman berharga buat saya. Di level senior tekanannya jauh berbeda, tapi justru banyak pelajaran yang bisa diambil,” ujar Richie yang membawa Indonesia unggul 3-0.
Pada partai ganda putra kedua, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat memastikan kemenangan Indonesia menjadi 4-0 usai menundukkan Hein Htut/Phone Htet Zaw 21-13, 21-12.
Pasangan yang baru pertama kali dipasangkan di nomor beregu ini masih dalam tahap adaptasi. Rian menyebut perbedaan shuttlecock dan suhu udara yang jauh lebih dingin dibanding Thailand sebagai tantangan tersendiri.
“Kami masih mencari pola permainan. Tapi ini pengalaman bagus, apalagi dengan partner baru di beregu,” ujar Rian.
Rahmat sendiri membawa memori manis karena pernah menjadi bagian tim juara BAMTC di venue yang sama tahun lalu. Ia berharap Indonesia mampu mengulang prestasi tersebut.
Pesta kemenangan Indonesia ditutup oleh Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Juara Thailand Masters tersebut tampil agresif dan menaklukkan Phyo Thurain Kyaw/Lal Zuidika 21-4, 21-17.
Leo mengungkapkan strategi menekan sejak awal karena belum mengetahui kekuatan lawan, sementara Bagas menegaskan pentingnya menjaga fokus meski baru tiba dari Bangkok dan kondisi belum 100 persen fit.
“Setelah juara di Thailand kami tidak boleh cepat puas. Di sini semuanya mulai dari nol lagi,” tegas Bagas.
Kemenangan 5-0 atas Myanmar menjadi modal berharga bagi Indonesia di Grup D BATC 2026. Berikutnya, Indonesia akan menghadapi Malaysia di Conson Gymnasium, Kamis (5/2) mendatang.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

