LINGKUNGAN HIDUP

Akademisi UI Ubah Limbah Peternakan Jadi Material Pembuatan Baterai

Seorang peternak sedang memberikan pakan di kandang ayam. Foto: Antara
Seorang peternak sedang memberikan pakan di kandang ayam. Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Akademisi Universitas Indonesia (UI), Dr. Illa Rizianiza mengembangkan reaktor pirolisis pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mengonversi limbah peternakan menjadi biochar berkualitas tinggi yang merupakan material canggih untuk pembuatan baterai dan komponen elektronik masa depan.

"Inovasi ini membuka peluang pemanfaatan biomassa lokal guna mendukung pengembangan komponen baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), superkapasitor, sensor presisi, hingga perangkat penyimpanan energi masa depan yang ramah lingkungan," kata Illa Rizianiza di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Rabu (22/7).

Bagi peternak lokal, limbah kotoran domba yang semula tidak bernilai kini berpotensi menjadi komoditas ekonomi baru yang mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Menurut dia, melalui penelitian ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa limbah peternakan tidak hanya dapat diatasi sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi material karbon bernilai tinggi yang mendukung perkembangan teknologi energi dan elektronik masa depan.
Secara teknis, keunggulan riset ini terletak pada integrasi teknologi Digital Twin, Computational Fluid Dynamics (CFD), dan Artificial Neural Network (ANN) ke dalam reaktor pirolisis pintar.

Sistem berbasis AI tersebut mampu memantau kondisi reaktor secara real-time, memprediksi perubahan suhu, serta mengendalikan proses pirolisis secara otomatis.

Hasilnya, kualitas biochar yang didapatkan tetap konsisten, proses produksi menjadi jauh lebih efisien, dan konsumsi energi dapat ditekan melalui pemanfaatan panas buangan (waste heat recovery) dari mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine).

Riset yang dijalankan akademisi UI ini hadir sebagai jawaban atas tingginya permintaan global terhadap grafena dan material karbon maju.

Selama ini, industri global masih sangat bergantung pada grafit pertambangan yang tidak terbarukan dan membutuhkan proses pemurnian berbiaya energi tinggi.

Di sisi lain, akumulasi limbah kotoran domba terus meningkat dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.
Melalui metode pirolisis lambat, struktur karbon kotoran domba berhasil diubah menjadi biochar berkarakteristik menyerupai grafena (graphene-like carbon).

Pengembangan inovasi ini memberikan dampak ganda pada sektor industri dan masyarakat. Bagi sektor industri, riset ini menyediakan alternatif bahan baku karbon lanjut yang kompetitif guna mengurangi ketergantungan pada impor.

Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan penelitian ini menunjukkan bagaimana pendekatan rekayasa dapat mengubah limbah menjadi material bernilai tinggi.

"Inovasi seperti ini sangat relevan dengan upaya penguatan ekonomi sirkular, kemandirian teknologi, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan," pungkasnya.