SPORT

Indonesia Raih Perunggu BATC 2026, PBSI Evaluasi Atlet Jelang Thomas-Uber

Tim beregu putri Indonesia mendapatkan medali perunggu Badminton Asia Team Championships 2026 di Conson Gymnasium, Qingdao, China, Sabtu (7/2). Foto: PBSI
Tim beregu putri Indonesia mendapatkan medali perunggu Badminton Asia Team Championships 2026 di Conson Gymnasium, Qingdao, China, Sabtu (7/2). Foto: PBSI
apakabar.co.id, JAKARTA – Keikutsertaan tim bulutangkis Indonesia pada Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 dimanfaatkan PBSI sebagai bagian penting dari proses persiapan menuju Piala Thomas dan Uber. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa turnamen beregu Asia ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh, khususnya bagi pemain-pemain muda yang diproyeksikan tampil di level tertinggi.

Menurut Eng Hian, PBSI secara sadar tidak menurunkan kekuatan penuh pada BATC 2026. Strategi tersebut diambil untuk memberi ruang dan pengalaman bertanding lebih luas bagi generasi muda, sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi atmosfer turnamen beregu internasional yang sarat tekanan.


“BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup. Karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda,” ujar Eng Hian.

Ia menambahkan, penilaian tidak semata difokuskan pada hasil akhir, tetapi juga pada performa individu, kekuatan mental saat bertanding, hingga kemampuan pemain beradaptasi dengan strategi tim. Seluruh aspek tersebut akan menjadi bahan penting dalam menyusun komposisi tim menuju Piala Thomas dan Uber.

Selain nilai evaluasi, Eng Hian menilai BATC juga memiliki manfaat strategis dari sisi perolehan poin peringkat dunia. Atlet yang diturunkan tetap berkesempatan mengantongi tambahan poin ranking, yang berperan dalam menjaga posisi dan peluang mereka di turnamen internasional selanjutnya.

Dari sisi capaian, Eng Hian mengapresiasi performa beregu putri Indonesia yang berhasil memenuhi target dengan meraih medali perunggu. Penampilan sejumlah pemain muda menjadi sorotan positif, termasuk Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang tampil menjanjikan, serta kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan performa yang dinilai cukup solid.

“Penampilan mereka menjadi poin penting dalam penilaian kami dan akan menjadi pertimbangan untuk persiapan menuju Piala Uber,” kata Eng Hian.

Sementara itu, hasil beregu putra dinilai belum sesuai ekspektasi. PBSI sebelumnya menargetkan tim putra mampu melangkah hingga babak final. Namun, performa beberapa pemain dinilai masih di bawah harapan, terutama dalam menjaga konsistensi permainan di laga-laga krusial.

“Untuk beregu putra, hasil ini tentu belum sesuai target. Ini akan menjadi bahan evaluasi serius agar performa tim bisa didongkrak jelang Piala Thomas,” tegasnya.


Meski demikian, Eng Hian tetap memberi kredit terhadap daya juang sektor tunggal putra. Ia menilai penampilan Ubed, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Richie Duta Richardo menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi kematangan bermain maupun mental bertanding.

“Mereka semakin terlihat matang dan mampu menghadapi tekanan pertandingan beregu,” ujarnya.

Menutup evaluasi, Eng Hian menyampaikan apresiasi atas capaian medali perunggu yang diraih baik oleh beregu putra maupun putri. Ia berharap hasil tersebut dapat menjadi pemantik semangat dan menambah kepercayaan diri para pemain untuk menatap agenda besar berikutnya.

“Saya tetap berterima kasih atas pencapaian ini. Semoga medali perunggu ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi ke depan,” pungkasnya.