SPORT
Jelang Kualifikasi Olimpiade, PBSI Rombak Ganda Putra
apakabar.co.id, JAKARTA - Pelatih ganda putra utama Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan alasan di balik keputusan memisahkan pasangan Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing sektor ganda putra menuju level elite dunia.
Menurut Anton, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi panjang sejak akhir 2024 hingga awal 2026. Meski sempat mencatat beberapa hasil positif, performa pasangan ini dinilai belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan di level tertinggi.
“Kesempatan sudah cukup banyak kami berikan. Hasilnya memang ada yang baik, tetapi secara keseluruhan masih belum stabil,” ujar Anton.
Seiring pulihnya Daniel Marthin dari cedera, tim pelatih memutuskan untuk kembali memasangkannya dengan Leo. Kombinasi lama ini dinilai punya modal chemistry yang sudah terbentuk sebelumnya.
“Keduanya pernah berpasangan, jadi diharapkan tidak butuh waktu lama untuk adaptasi. Secara teknis tidak ada masalah, sebelumnya lebih ke faktor komunikasi,” jelas Anton.
Sementara itu, Bagas mendapat tandem baru yakni Muh Putra Erwiansyah. Kombinasi ini diyakini saling melengkapi secara karakter permainan.
“Putra kuat di depan dan punya kemampuan playmaker. Itu bisa menopang permainan belakang Bagas,” tambahnya.
Sebagai tahap awal, dua pasangan anyar ini langsung dijadwalkan menjalani ujian dalam rangkaian turnamen Asia, yakni di Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Dari rangkaian tersebut, tim pelatih akan melihat perkembangan performa sekaligus potensi jangka panjang masing-masing pasangan.
Langkah perombakan ini juga menjadi bagian dari strategi besar menghadapi perebutan poin kualifikasi Olimpiade (Race to Olympic).
Selain pasangan utama yang sudah berada di papan atas, Indonesia kini menyiapkan lapisan kekuatan tambahan agar sektor ganda putra tetap kompetitif secara berkelanjutan.
Anton berharap kombinasi baru seperti Leo/Daniel, Bagas/Putra, serta pasangan pelapis lainnya bisa segera menembus level elite dunia dan mempertebal peluang Indonesia mengirim wakil maksimal ke Olimpiade mendatang.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

