LINGKUNGAN HIDUP

Operasional Bermasalah, KLH Siap Audit Finansial PLTSA Putri Cempo

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, saat kunjungannya ke Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/3). Foto:  apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, saat kunjungannya ke Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/3). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, berencana melakukan audit atau investigasi finansial terhadap operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Putri Cempo di Kota Solo. 

Langkah ini diambil setelah pemerintah menilai kinerja fasilitas pengolah sampah tersebut belum berjalan efektif sejak mulai beroperasi.

Hanif menyampaikan, pemerintah bersama Pemerintah Kota Solo tengah mengkaji secara serius berbagai persoalan yang muncul dalam operasional PLTSA tersebut. 

Awalnya, fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi utama penanganan sampah di Kota Solo. Namun dalam praktiknya, sejumlah kendala justru muncul dan dinilai cukup kompleks.


"Kami dengan Wali Kota mengkaji dengan serius dan detail permasalahan utama dari PLTSA Putri Cempo ini. Awalnya PLTSA ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah di Kota Surakarta. Namun dalam operasionalnya ternyata tidak sederhana," ujarnya saat peninjauan, Sabtu (28/3). 

Sehingga dari hasil diskusi yang mendalam Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan audit financial aprecial terkait dengan kelayakan operasional dari PLTSA Putri Cempo 

"Seperti diketahui PLTSA Putri Cempo ini agak berbeda menggunakan sistem gasifikasi. Sampah tidak dibakar langsung tapi melalui tungku. Kemudian volumenya kurang dari 1.000. Sehingga kami merasa perlu melakukan audit atau investigasi finansial terkait dengan kelayakan ini," terangnya.

Hanif mengatakan audit akan dilakukan bersama dengan Walikota Solo dan juga perusahaan tersebut. Untuk melihat sejauh mana tingkat optimalisasinya.

"Bilamana optimalisasi dengan skala tertentu sebagaimana yang kita sandarkan atau kita rujuk pada peraturan presiden nomer 109 tahun 2025. Tentu kami akan dalami untuk didiskusikan di tingkat nasional. Untuk kemudian diintegrasikan dengan kebijakan bapak Presiden," tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho Adi mengatakan akan ada evaluasi secara menyeluruh pada PLTSA Putri Cempo. 

Untuk melihat secara utuh bagaimana permasalahan nya baik dari teknis operasional maupun dari sisi-sisi yang lainnya.

"Problemnya ini baru akan dicek oleh pak menteri secara komplit. Problemnya apa saja sih, misalnya teknis finansial, atau skema terkait kelistrikannya tadikan juga hadir dari PLN. Nanti akan dicek secara komplit nanti ketemu. Pak menteri akan melaporkan juga kepada bapak Presiden nanti untuk penanganan terhadap Putri Cempo," terangnya. 


Menurut Herwin kapasitas sampah yang sudah diolah PLTSA Putri Cempo hingga hari ini 50-80 ton per hari. Padahal yang masuk input tiap hari di 300 sampai 400 ton per hari. 

"Dulu saat presentasi awal dapat mengolah 400-500 ton sampah per hari dijanjikannya. Tapi saat ini baru 50-80 ton per hari," tandasnya.