SPORT

PB PASI Siapkan Atlet TC ke Kenya Jelang Asian Games 2026

Atlet lompat jauh Indonesia Maria Londa saat tampil di ajang SEA Games 2025. Foto: NOC Indonesia
Atlet lompat jauh Indonesia Maria Londa saat tampil di ajang SEA Games 2025. Foto: NOC Indonesia
apakabar.co.id, JAKARTA — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali merencanakan pengiriman atlet ke Kenya untuk menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.

Wakil Ketua Umum PB PASI, Tigor Tanjung, mengungkapkan bahwa program TC di Kenya sudah masuk dalam agenda pembinaan jangka menengah federasi, meski detail waktu dan jumlah atlet yang akan diberangkatkan masih dalam tahap pembahasan.

“Ya, akan datang. Belum tahu kapan dan berapa orang. Tapi memang sudah diagendakan untuk kita ulangi lagi,” kata Tigor dikutip dari Antara, Kamis (8/1).


PB PASI membuka peluang untuk mengirimkan lebih banyak atlet dibandingkan TC sebelumnya yang hanya diikuti dua pelari nasional, Robi Syianturi dan Odekta Naibaho. Evaluasi dari program sebelumnya menjadi dasar untuk memperluas jumlah peserta TC.

Menurut Tigor, kehadiran lebih banyak atlet sangat penting agar para pelari memiliki rekan latihan dan sparring partner selama menjalani program intensif di Afrika Timur.

“Yang lalu kan hanya dua. Sebaiknya memang lebih banyak karena mereka perlu juga teman berlari, sparring partner-nya,” ujar Tigor.

Kenya selama ini dikenal sebagai kiblat atletik jarak menengah dan jauh dunia, dengan kondisi geografis dan budaya latihan yang sangat mendukung peningkatan performa, khususnya dalam aspek daya tahan (endurance). 

Hal tersebut, kata Tigor, sangat dirasakan oleh Robi dan Odekta selama menjalani TC selama tiga bulan pada program sebelumnya.

“Banyak sekali porsi ketahanan, endurance. Itu diperlukan untuk masa persiapan umum,” jelasnya.

Tigor menambahkan, waktu pelaksanaan TC ke Kenya akan disesuaikan dengan tahap periodisasi latihan, apakah masuk ke fase persiapan umum atau persiapan khusus. 

Jika difokuskan pada persiapan umum, TC idealnya dilakukan pada awal tahun, mengingat Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada September.

“Kalau untuk persiapan umum, idealnya memang di awal tahun,” ujar Tigor.

Sementara itu, untuk fase persiapan khusus yang lebih menekankan pada teknik, strategi, dan kecepatan, PB PASI masih mempertimbangkan lokasi alternatif selain Kenya agar program latihan lebih spesifik dan terarah.


Meski agenda TC telah masuk dalam rencana besar, PB PASI belum menetapkan nama-nama atlet yang akan diproyeksikan masuk ke skuad utama Asian Games 2026. Proses seleksi dan pembinaan masih akan berjalan secara bertahap.

“Beri kami kesempatan untuk persiapan menuju Asian Games. Kita tahu hajatan Asian Games ini akan paling penting tahun 2026,” tegas Tigor.

Asian Games 2026 menjadi salah satu target utama atletik Indonesia untuk mengukur hasil pembinaan jangka panjang. 

Dengan rencana TC ke Kenya dan program latihan yang terstruktur, PB PASI berharap atlet-atlet nasional dapat tampil lebih kompetitif dan mampu bersaing di level Asia.