SPORT

Pelita Jaya Menyatukan Identitas Jakarta dan Mental Juara di IBL 2026

Peluncuran Ofisial Tim dan Pemain Pelita Jaya Jakarta untuk IBL 2026 di Jakarta, Kamis (8/1). Foto: apakabar.co.id
Peluncuran Ofisial Tim dan Pemain Pelita Jaya Jakarta untuk IBL 2026 di Jakarta, Kamis (8/1). Foto: apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA – Pelita Jaya Jakarta menegaskan tekadnya kembali bersaing di papan atas Indonesian Basketball League (IBL) 2026 dengan membawa identitas Jakarta yang tangguh, berani, dan pantang menyerah.

Presiden Pelita Jaya Jakarta, Andiko Ardi Purnomo, menyebut kehadiran klubnya di IBL bukan sekadar kompetisi, melainkan representasi semangat ibu kota yang terus bergerak menghadapi tantangan.

“Pelita Jaya adalah representasi semangat Jakarta. Tangguh, berani, dan tidak pernah berhenti melangkah,” ujar Andiko dalam Peluncuran Ofisial Tim dan Pemain Pelita Jaya Jakarta untuk IBL 2026 di Jakarta, Kamis (8/1).


Klub yang berdiri sejak 1987 itu dikenal sebagai salah satu tim paling konsisten dalam sejarah bola basket nasional. 

Meski beberapa kali mengalami perubahan nama dan menghadapi berbagai tantangan, Pelita Jaya tetap mampu menjaga eksistensi dan prestasi, termasuk meraih empat gelar juara nasional.

Menurut Andiko, konsistensi tersebut lahir dari keberanian Pelita Jaya untuk terus berinovasi setiap musim.

“Setiap tahun kami selalu menghadirkan sesuatu yang baru dan berbeda. Semua itu punya tujuan yang positif, untuk membuat Pelita Jaya terus berkembang,” katanya.

Pada musim 2026, Pelita Jaya mengusung semangat “Nyalakan Pelitamu”, yang mencerminkan karakter masyarakat Jakarta: dinamis, tidak mudah menyerah, dan selalu siap menghadapi tantangan.

Mental juara Pelita Jaya, lanjut Andiko, terbentuk dari perjalanan panjang klub dalam melewati berbagai rintangan dan ujian selama puluhan tahun. Nilai-nilai tersebut ingin terus diwariskan kepada generasi pemain saat ini.

Identitas Jakarta juga ditampilkan secara visual melalui desain jersei Pelita Jaya musim ini. Klub tetap mempertahankan warna khas oranye, putih, dan biru untuk jersei kandang, tandang, dan alternatif. Namun, ada sentuhan baru yang sarat makna budaya.

Pelita Jaya menambahkan ornamen gigi balang khas Betawi pada bagian bahu jersei sebagai simbol utama.

“Gigi balang itu benar-benar merepresentasikan Jakarta. Kita bisa melihatnya di halte, bus, gedung perkantoran pemerintah, dan di banyak sudut kota,” jelas Andiko.

Ornamen tersebut dimaknai sebagai simbol ketegasan dan keberanian, nilai yang ingin ditanamkan Pelita Jaya kepada seluruh pemain dan elemen tim. 

Klub yang bermarkas di GOR Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, itu berharap identitas budaya ini dapat memperkuat kedekatan dengan masyarakat Jakarta.


Menghadapi IBL 2026, Pelita Jaya juga melakukan pembaruan signifikan pada komposisi tim. Mereka mendatangkan dua pemain asing anyar, Amorie Anthony Archibald dan Darious Lee Moten, yang diharapkan menambah daya gedor dan stabilitas permainan.

Selain itu, Pelita Jaya memberi ruang bagi regenerasi dengan merekrut dua rookie, Candra Irawan dan Russel Nyoo, sebagai investasi masa depan klub.

Di jajaran kepelatihan, Pelita Jaya kini ditangani pelatih kepala baru, David Singleton, yang dipercaya membawa filosofi permainan segar dan kompetitif. 

Sejumlah pemain lokal baru juga bergabung, di antaranya Oka Ananta Yogiswara, Putu Pande, dan Andrew William Lensun.

Dengan perpaduan identitas Jakarta, semangat juara, serta wajah baru di dalam dan luar lapangan, Pelita Jaya optimistis dapat kembali menjadi kekuatan utama dan menghadirkan pertunjukan terbaik bagi publik ibu kota di IBL 2026.