NEWS

Pembangunan Hunian Warga Bantaran Rel Pasar Senen Dimulai, Target Selesai Juni 2026

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria bersama Menteri PKP, Maruarar Sirait resmi memulai pembangunan hunian khusus bagi warga bantaran rel di sekitar Stasiun Pasar Senen. Foto: Doc.PKP
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria bersama Menteri PKP, Maruarar Sirait resmi memulai pembangunan hunian khusus bagi warga bantaran rel di sekitar Stasiun Pasar Senen. Foto: Doc.PKP
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN resmi memulai pembangunan hunian khusus bagi warga bantaran rel di sekitar Stasiun Pasar Senen.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup 324 unit hunian yang diperuntukkan bagi warga yang telah terdata oleh pemerintah.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa proses pembangunan telah dimulai sesuai komitmen. Sejumlah BUMN konstruksi, seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA, telah diterjunkan untuk mempercepat pengerjaan.

“Hari ini sesuai janji kami, proses pembangunan hunian sudah dimulai. Sekitar 470 pekerja diturunkan di lokasi ini. Target penyelesaian pada 15 Juni 2026, sehingga hunian bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Dony.

Ia menegaskan bahwa hunian yang dibangun merupakan hunian tapak, bukan rumah susun, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang direlokasi.

Maruarar menambahkan bahwa progres di lapangan berjalan cepat. Bahkan, sebagian area sudah memasuki tahap pembersihan lahan (clearing).

“Saya senang melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan dan sebagian sudah mulai clearing,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Selain hunian, proyek ini juga akan dilengkapi ruang terbuka untuk mendukung kenyamanan warga, khususnya anak-anak.

“Total ada 324 unit hunian yang akan dibangun, dilengkapi dengan ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik, di mana lahannya milik Angkasa Pura dan pembangunannya dilakukan secara kolaboratif,” tambah Maruarar.

Lebih lanjut, Maruarar menyampaikan bahwa relokasi warga bantaran rel tidak hanya dilakukan di kawasan Senen. Program serupa juga akan dilanjutkan di lokasi lain, termasuk lahan milik PT Kereta Api Indonesia di Tanah Abang dan Kampung Bandan, yang rencananya akan ditinjau bersama BP BUMN pada pekan mendatang.