NEWS

Sudrajad Djiwandono dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat, Dorong Akses Pendidikan Anak Miskin

Sudrajat Djiwandono, selaku Mantan Gubernur Bank Indonesia sekalikus kakak ipar dari Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan pers seusai meninjau ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margagu
Sudrajat Djiwandono, selaku Mantan Gubernur Bank Indonesia sekalikus kakak ipar dari Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan pers seusai meninjau ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margagu
apakabar.co.id, JAKARTA - Ekonom senior Sudrajad Djiwandono menilai program Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Penilaian tersebut disampaikan Sudrajad saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Sudrajad didampingi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Sudrajad mengatakan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas generasi penerus. Menurutnya, negara perlu memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar yang layak, tanpa dibatasi kondisi sosial maupun ekonomi keluarga.

“Bagi generasi seperti saya, melihat anak-anak tetap bisa bersekolah memberi rasa aman bahwa masa depan bangsa berada di tangan orang-orang yang memiliki dasar pendidikan dan tanggung jawab,” ujar Sudrajad.

Dalam kunjungan tersebut, Sudrajad berdialog dengan sejumlah siswa dan orang tua. Ia mendengarkan langsung pengalaman anak-anak yang sebelumnya kesulitan bersekolah karena keterbatasan ekonomi, serta perubahan yang mereka rasakan setelah mengikuti Sekolah Rakyat.

Sebagai akademisi dan ekonom yang telah lama berkecimpung dalam perumusan kebijakan publik, Sudrajad menegaskan bahwa investasi negara pada pendidikan anak-anak miskin merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak bisa diukur secara instan.

“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak ini tumbuh dengan pengetahuan, kepribadian, dan rasa tanggung jawab. Dari situlah masa depan bangsa dibangun,” katanya.

Di tempat yang sama, Saifullah Yusuf menyebut peserta Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan selama tahun pertama pelaksanaan program. Perubahan yang terlihat antara lain peningkatan kepercayaan diri, kondisi kesehatan, dan motivasi belajar siswa.

Saifullah Yusuf mengatakan perkembangan tersebut terpantau dalam aktivitas keseharian peserta didik di Sekolah Rakyat.

“Anak-anak terlihat lebih percaya diri, kesehatannya membaik, dan semangat belajarnya meningkat,” kata Saifullah Yusuf saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, proses pembelajaran juga mulai memperlihatkan kecenderungan minat dan bakat siswa. Informasi tersebut menjadi dasar bagi guru dalam menyesuaikan pola pendampingan dan pembelajaran.

“Minat dan bakat siswa sudah mulai terlihat, sehingga guru bisa menyesuaikan pendekatan pembelajaran,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat rintisan saat ini dilaksanakan di 166 lokasi di berbagai daerah. Program tersebut mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA, dengan masa operasional antara tiga hingga enam bulan.