SPORT
Atlet Hoki Indonesia Adi Darmawan: Anak Buruh Pabrik Menembus Liga 2 Jerman
apakabar.co.id, JAKARTA - Tidak semua atlet lahir dari fasilitas mewah dan dukungan finansial yang mapan. Sebagian justru ditempa oleh keterbatasan, pengorbanan, dan mimpi yang dijaga dengan kesabaran. Kisah itu tercermin jelas dalam perjalanan hidup Adi Darmawan Leksono.
Pahlawan hockey Indonesia di SEA Games itu kini bersiap menantang kerasnya Liga 2 Jerman. Adi adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Budi Leksono dan Ida Munawaroh. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik harian lepas, sementara sang ibu hanya pedagang kecil.
Dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, membeli stik hockey seharga sekitar Rp1 juta adalah sesuatu yang terasa mustahil.
“Saya tidak tega minta ke orang tua. Itu uang besar buat kami. Masih ada dua adik yang juga butuh biaya,” ujar Adi mengenang masa remajanya.
Setiap hari, ia hanya membawa uang jajan Rp5 ribu. Adi memilih berjalan kaki pergi dan pulang sekolah demi menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Semua itu ia lakukan untuk satu tujuan sederhana namun bermakna: memiliki stik hockey sendiri.
Awal Mimpi dari Sekolah Negeri
Perjalanan Adi di dunia hockey bermula di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Banten. Di sanalah ia bertemu Kusnadi, guru olahraga yang pertama kali mengenalkannya pada hockey sekaligus menjadi sosok penting dalam hidupnya.
“Stik pertama saya justru dari pemberian Pak Kusnadi. Saya baru bisa punya stik sendiri dari hasil menabung uang jajan,” ungkap Adi.
Dengan stik sederhana itu, Adi berlatih tanpa mengenal lelah. Stik yang sama menemaninya bertahun-tahun hingga akhirnya mengantarkannya meraih kuliah gratis melalui jalur prestasi. Namun di rumah, perjuangannya belum sepenuhnya diyakini.
“Awalnya orang tua bertanya, hockey itu olahraga apa? Bisa jadi apa nantinya?” kenangnya.
Keraguan tersebut tidak mematahkan semangat Adi. Ia memilih menjawabnya lewat kerja keras dan prestasi.
Menembus Timnas Lewat Jalan Panjang
Lahir di Jakarta pada 22 April 1999, Adi perlahan menapaki tangga prestasi dari level daerah hingga provinsi. Saat masih duduk di bangku kuliah, namanya akhirnya menembus Timnas Hockey Indoor Indonesia.
Panggilan pertama mengikuti pemusatan latihan nasional datang jelang SEA Games ke-31 Filipina 2019. Namun, ia belum terpilih masuk skuad utama.
“Saya anggap itu belum rezeki. Apalagi saat itu kondisi keuangan saya tidak mendukung untuk urus paspor dan visa ke Eropa,” ujarnya jujur.
Kesempatan berikutnya datang saat persiapan Kejuaraan Hockey Asia Cup 2021. Di bawah asuhan pelatih asal Malaysia, Dhaarma Raj, Adi akhirnya merasakan debut di ajang internasional.
Sejak itu, posisinya semakin menguat di Timnas Hockey Indoor Indonesia, termasuk saat persiapan SEA Games ke-32 Kamboja 2023.
Emas yang Mengubah Segalanya
Di Kamboja, Adi menjadi bagian dari sejarah. Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia untuk pertama kalinya meraih medali emas SEA Games setelah secara mengejutkan menumbangkan Malaysia, sang juara bertahan.
“Rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan. Saya menangis karena bahagia, karena tahu prosesnya panjang dan berat,” ujar Adi yang bermain di posisi right midfield dan defend.
Sejak saat itu, posisi Adi nyaris tak tergantikan. Ia kembali dipercaya memperkuat Indonesia di Asia Cup 2024 di Kazakhstan, hingga menjadi pilar utama saat Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia
mempertahankan medali emas SEA Games ke-33 Thailand 2025. Final melawan Malaysia berlangsung dramatis dan berakhir imbang 4-4 sebelum Indonesia menang 2-0 lewat penalty shoot out.
“Ini bukan hanya hasil kerja atlet, tapi juga doa, kekompakan tim, serta dukungan PP FHI dan Kemenpora yang memungkinkan kami menjalani training camp dan uji coba di Eropa,” ujarnya.
Menjejakkan Kaki di Eropa
Prestasi demi prestasi membuat nama Adi mulai dilirik klub luar negeri. Pada awal 2025, ia mendapat tawaran bergabung dengan Bremer HC, klub yang berlaga di Liga 2 Jerman. Namun, mimpi itu sempat tertunda akibat visa yang ditolak.
“Sempat sedih, tapi saya tidak mau larut. Saya percaya mungkin belum waktunya,” katanya.
Kesempatan kedua datang saat menjalani training camp di Eropa. Kali ini, nasib berpihak. Bersama Muhammad Alviana, Adi mendapatkan visa dan dijadwalkan berangkat ke Jerman pada 2 Januari 2025 untuk memperkuat Bremer HC selama dua bulan.
“Ini kesempatan besar untuk menambah jam terbang dan belajar langsung dari pemain kelas dunia,” ujarnya penuh semangat.
Dari Satu Stik ke Banyak Harapan
Dulu, Adi hanya memiliki satu stik selama bertahun-tahun. Kini, ia mampu membeli lebih dari satu. Ia telah menjelajahi banyak negara berkat hockey—Malaysia, Kamboja, Thailand, Kazakhstan, China, Austria, Ceko, Polandia, Jerman, Rusia, hingga Turki—sesuatu yang tak pernah terbayang dalam hidupnya.
Meski begitu, Adi tetap membumi. Ia masih tercatat sebagai guru privat di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, sambil menyimpan harapan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Lebih dari segalanya, Adi ingin membalas semua perjuangan dengan membangun hockey di tanah kelahirannya.
“Dulu saya harus menunggu bertahun-tahun untuk punya stik. Sekarang, saya ingin membangun hockey di Tangerang lewat stik yang saya miliki,” tutupnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

