SPORT

FPTI Resmikan Tim Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Menuju Asian Games 2026

FPTI memperkenalkan Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 yang digelar di lokasi pelatnas, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3). Foto: istimewa
FPTI memperkenalkan Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 yang digelar di lokasi pelatnas, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3). Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) resmi memperkenalkan tim kepelatihan pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid, dalam Konferensi Pers Pengenalan Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 yang digelar di lokasi pelatnas, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3).

Yenny menegaskan bahwa tim pelatih yang dibentuk merupakan hasil seleksi internal federasi terhadap sejumlah pelatih potensial dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi dilakukan melalui uji kelayakan ketat oleh tim penyeleksi internal.

“Para pelatih yang diperkenalkan hari ini mulai bekerja pada bulan ini, setelah periode tim kepelatihan sebelumnya sudah selesai,” ujar Yenny.


Menurutnya, para pelatih yang terpilih merupakan sosok-sosok yang telah lama mendedikasikan diri di dunia panjat tebing nasional. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, FPTI optimistis kualitas pembinaan atlet akan semakin meningkat.

Manajer tim pelatnas panjat tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menjelaskan bahwa struktur kepelatihan kali ini dibagi berdasarkan disiplin pertandingan, yakni speed serta lead dan boulder.

“Lead dan boulder digabung, sedangkan speed berdiri sendiri. Masing-masing pelatih juga akan didampingi asisten pelatih,” jelasnya.

Untuk disiplin speed, FPTI menunjuk Galar Pandu Asmoro sebagai pelatih utama, yang didampingi asisten pelatih Gunawan Santoso dan Fitriyani.

Sementara itu, disiplin lead dan boulder dipercayakan kepada Rindi Sufriyanto. Ia akan dibantu dua asisten pelatih, Amri dan Solikhin.

Tak hanya itu, khusus untuk lead dan boulder, tim juga diperkuat oleh tim pembuat jalur (routesetter). Andi Saputra ditunjuk sebagai kepala routesetter, dibantu Akbar Huda, Marsudin, dan Bayu Parasela.

Menurut Wahyu yang akrab disapa Pris, seluruh tim kepelatihan mulai aktif bekerja pada Maret ini untuk menghadapi berbagai agenda kejuaraan dari International Federation of Sport Climbing (IFSC), sekaligus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026.

Menariknya, dalam struktur pelatnas kali ini, FPTI tidak menunjuk satu pelatih kepala. Keputusan tersebut diambil sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara spesifik pada masing-masing disiplin.


Dengan pendekatan ini, federasi berharap fokus pelatihan dapat lebih terarah dan optimal, mengingat karakteristik speed, lead, dan boulder memiliki kebutuhan teknis serta strategi yang berbeda.

Langkah pembentukan tim kepelatihan baru ini menjadi sinyal keseriusan FPTI dalam menjaga tradisi prestasi panjat tebing Indonesia di level internasional. 

Setelah mencatatkan berbagai capaian membanggakan dalam beberapa tahun terakhir, target besar kini diarahkan pada Asian Games 2026.