SPORT

Ganda Putri Indonesia Belum Matang, Karel Mainaky Soroti Mental Ana/Trias

Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Foto: PBSI
Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Foto: PBSI
apakabar.co.id, JAKARTA – Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, menilai performa pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
 menunjukkan perkembangan positif sepanjang Malaysia Open 2026. 

Namun demikian, Karel menegaskan masih ada pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal kematangan bermain dan kepercayaan diri di level elite dunia.

Menurut Karel, kemenangan Ana/Trias atas pasangan tuan rumah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki ganda putri Indonesia tersebut. Mengalahkan pasangan papan atas di kandang sendiri bukanlah hal mudah dan patut diapresiasi.


“Secara penampilan sudah cukup baik. Bisa mengalahkan Pearly/Thinaah di rumah mereka itu pencapaian yang bagus. Itu bukan hal mudah,” ujar Karel.

Meski demikian, Karel menilai Ana/Trias masih belum sepenuhnya yakin dengan kemampuan mereka sendiri. Hal itu terlihat jelas saat menghadapi pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Baek Ha Na.

Karel menjelaskan, ketika lawan mulai memainkan pola pancingan agar Ana/Trias menyerang lebih dulu, justru pasangan Indonesia tersebut kehilangan kontrol permainan. Mereka terlalu bernafsu mematikan bola dan melupakan pola utama yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

“Mereka lupa kalau poin itu justru sering didapat dari bertahan dulu, baru balik menyerang. Saat dipancing untuk cepat mematikan, malah jadi terburu-buru. Secara simpel, mereka masih kalah matang,” jelas Karel.

Kematangan bermain dan pengambilan keputusan di poin-poin krusial menjadi fokus utama pembenahan yang akan terus ditekankan. Karel berharap evaluasi ini bisa segera diterapkan Ana/Trias pada turnamen berikutnya, khususnya Daihatsu Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari mendatang. 

“Saya berharap di Indonesia Masters nanti mereka bisa tampil lebih baik. Begitu juga dengan ganda putri lainnya. Target saya jelas, harus ada gelar juara,” tegasnya.

Selain mengevaluasi Ana/Trias, Karel juga menjelaskan alasan di balik perubahan komposisi dua pasangan ganda putri lainnya. Pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto (Tiwi) dinilai belum menunjukkan hasil sesuai harapan meski sudah diberi kesempatan dalam beberapa turnamen.

“Kami sudah memberikan kesempatan, tapi hasilnya belum memuaskan dan saya kira tidak bisa lagi diteruskan. Sebagai pelatih, saya harus cepat mengambil keputusan,” ungkap Karel.

Keputusan pun diambil dengan kembali merombak pasangan menjadi Fadia/Tiwi dan Apri/Lanny. Menurut Karel, perubahan ini dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing pemain.

“Fadia lebih membutuhkan pasangan yang punya power di belakang, dan Tiwi punya kelebihan itu. Sementara Apri sekarang butuh pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, dan Lanny saya rasa bisa mengisi peran tersebut,” paparnya.

Untuk debut pasangan baru di Indonesia Masters 2026, Karel tidak memasang target muluk. Namun ia berharap mereka mampu menyamai, atau bahkan melampaui, progres pasangan yang lebih dulu stabil seperti Ana/Trias dan Rachel Allessya Rose/Febiola Dwipuji Kusuma.


“Setidaknya mereka bisa menyamai atau kalau bisa melebihi pasangan lain yang sudah lumayan progresnya. Kalau persaingan internal semakin ketat, itu akan sangat mendukung untuk bisa tembus lagi ke atas,” ujar Karel.

Dalam proyeksi jangka panjang menuju Asian Games, Karel mengakui fokus utama saat ini masih pada Ana/Trias serta Rachel/Febi. Namun ia menegaskan pintu tidak tertutup bagi pasangan baru jika mampu menunjukkan performa yang lebih baik.

“Kalau mereka bisa melebihi yang lain, kenapa tidak? Semua punya kesempatan,” pungkasnya.