SPORT

PBVSI Siap Naturalisasi 4 Atlet Brasil demi Target Olimpiade 2032

Timnas bola voli Indonesia merebut kemenangan atas Australia pada laga terakhir Pul A Kejuaraan Bola Voli Asia Putra U-20 2024 di Jawapos Arena, Surabaya, Kamis (25/7). Foto: PBVSI
Timnas bola voli Indonesia merebut kemenangan atas Australia pada laga terakhir Pul A Kejuaraan Bola Voli Asia Putra U-20 2024 di Jawapos Arena, Surabaya, Kamis (25/7). Foto: PBVSI
apakabar.co.id, JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat tim nasional dengan memproses naturalisasi empat atlet muda asal Brasil. 

Program ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang federasi dalam membangun tim yang kompetitif menuju Olimpiade Brisbane 2032.

Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengungkapkan bahwa saat ini proses naturalisasi masih berada pada tahap penyiapan dokumen administratif sebelum dibahas bersama pemerintah. Empat pemain yang masuk dalam rencana tersebut terdiri dari dua atlet putra dan dua atlet putri.

“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra dan dua putri. Sekarang kita sedang mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya akan menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini,” ujar Imam.


Setelah tahapan awal rampung, PBVSI akan melanjutkan pembahasan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. 

Menurut Imam, proses naturalisasi atlet tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melewati mekanisme resmi, termasuk mendapatkan persetujuan dari DPR RI.

“Setelah Lebaran saya akan bertemu beliau untuk membicarakan naturalisasi. Jika semuanya sudah jelas, kita siapkan administrasi lebih lanjut dan langkah berikutnya tentu ke DPR, karena proses ini harus mendapat persetujuan melalui sidang parlemen,” jelasnya.

PBVSI menilai naturalisasi menjadi salah satu cara untuk mempercepat peningkatan kualitas tim nasional. 

Kehadiran pemain dengan latar belakang pembinaan berbeda diharapkan mampu meningkatkan daya saing tim sekaligus menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat bagi para atlet lokal.

Namun Imam menegaskan bahwa kebijakan ini bukan langkah instan untuk menghadapi turnamen tertentu. 

Program tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang federasi menuju target besar tampil kompetitif di Olimpiade Brisbane 2032.

“Kita harus melihatnya sebagai proses panjang. Tujuan kita jelas, yaitu mempersiapkan tim terbaik menuju Olimpiade Brisbane 2032. Selain meningkatkan kualitas tim, kehadiran pemain baru juga diharapkan dapat memotivasi atlet-atlet nasional kita,” katanya.

PBVSI sengaja membidik pemain muda dari Brasil yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang bersama tim nasional Indonesia. 

Para atlet yang menjadi target naturalisasi disebut masih berusia sekitar 17 tahun sehingga memiliki waktu yang cukup panjang untuk beradaptasi dan berkembang hingga mencapai usia puncak performa pada 2032.

“Pemain yang kita incar masih sangat muda. Kita mencari yang sekitar umur 17 tahun sehingga bisa dipersiapkan dalam jangka panjang,” ujar Imam.

Meski membuka peluang naturalisasi, PBVSI menegaskan bahwa pembinaan atlet dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. 

Federasi memastikan program pengembangan pemain muda Indonesia tetap berjalan melalui berbagai jalur, salah satunya melalui tim pembinaan seperti Jakarta Garuda Jaya serta keikutsertaan tim kelompok usia junior dalam berbagai kompetisi internasional.


“Program pembinaan tetap berjalan. Garuda Jaya misalnya, kita turunkan pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman internasional,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa naturalisasi akan dilakukan secara terbatas dan terukur agar tidak menghambat perkembangan atlet lokal.

“Kita tidak ingin mematikan peluang atlet nasional. Naturalisasi boleh dilakukan, tetapi tetap ada persentasenya,” tegas Imam.

Empat pemain yang menjadi target disebut telah memberikan sinyal positif untuk bergabung dengan Indonesia. Meski demikian, PBVSI masih melakukan kajian terhadap berbagai aspek regulasi, termasuk kemungkinan status diaspora yang dapat memperlancar proses administrasi.

“Pada intinya empat pemain ini sudah siap. Mereka sudah diberi informasi dan menyatakan bersedia,” ujarnya.

Selain menyiapkan pemain, PBVSI juga berencana mendatangkan pelatih asal Brasil untuk memperkuat tim kepelatihan tim nasional voli putra. 

Kehadiran pelatih asing tersebut diharapkan mampu membawa pendekatan baru dalam metode latihan dan strategi permainan, terutama menghadapi berbagai agenda internasional yang akan diikuti timnas tahun ini.