EKBIS

Ahmad Yani Resmi jadi Dirut PGE, Perkuat Akselerasi Energi Panas Bumi Nasional

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menetapkan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
(Ki-ka) Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi, Direktur Keuangan Yurizki Rio, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, Komisaris Utama Gigih Udi Atmo,
(Ki-ka) Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi, Direktur Keuangan Yurizki Rio, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, Komisaris Utama Gigih Udi Atmo,
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus memperkuat kepemimpinannya untuk mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (20/1), Perseroan menetapkan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, menggantikan Julfi Hadi.

Dalam rapat yang sama, Andi Joko Nugroho ditunjuk sebagai Direktur Operasi, menggantikan posisi Ahmad Yani sebelumnya. Pergantian ini menjadi bagian dari langkah strategis PGE dalam memastikan kesinambungan arah bisnis dan pencapaian target jangka panjang perusahaan.

Komisaris Utama PGE, Gigih Udi Atmo, menilai penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama merupakan keputusan penting untuk menjaga konsistensi strategi perusahaan. Menurutnya, pengalaman panjang Ahmad Yani di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, menjadi modal kuat bagi PGE.

Gigih optimistis kepemimpinan baru ini akan membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional yang lebih luas. Dengan bekal tersebut, PGE diyakini mampu menegaskan posisinya sebagai produsen panas bumi kelas dunia.

Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023. Selama periode tersebut, ia dikenal berhasil menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan wilayah kerja panas bumi berjalan secara berkelanjutan.

Pada 2025, di bawah perannya, PGE mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Capaian ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusi Ahmad Yani terhadap kinerja operasional Perseroan.

Selain itu, Ahmad Yani juga aktif mendorong pengembangan teknologi dan inovasi. Beberapa inisiatif yang lahir antara lain pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic. Inovasi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri panas bumi nasional.

Sebagai Direktur Utama, Ahmad Yani menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi strategis yang telah dibangun sebelumnya. Ia ingin memastikan PGE tetap menjadi pilar utama dalam transisi energi nasional.

PGE menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan, dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Target ini didukung potensi hingga 3 GW dari 10 wilayah kerja panas bumi yang dikelola secara mandiri. 

"Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung agenda Net Zero Emission 2060," ujar Ahmad Yani di Jakarta, Selasa (20/1).

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga secara resmi mengukuhkan pemberhentian Julfi Hadi sebagai Direktur Utama, menyusul surat pengunduran diri yang diterima Perseroan pada 25 November 2025.

Gigih Udi Atmo menyampaikan apresiasi atas kontribusi Julfi Hadi selama memimpin PGE sejak 2023. Menurutnya, Julfi Hadi telah berperan penting dalam memperkuat fondasi bisnis perusahaan dan menyiapkan arah pertumbuhan yang lebih solid.

Posisi Direktur Operasi kini diemban oleh Andi Joko Nugroho, yang sebelumnya menjabat sebagai VP Operation & Engineering PGE. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya, Andi diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, serta mendukung pelaksanaan strategi bisnis secara berkelanjutan.

Dengan adanya perubahan ini, susunan manajemen PGE menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
Komisaris: John Anis
Komisaris: Abdulla Zayed
Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah

Direksi:
Direktur Utama: Ahmad Yani
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho
Direktur Keuangan: Yurizki Rio

Dengan kepemimpinan baru ini, PGE diharapkan semakin siap mempercepat pengembangan energi panas bumi dan memperkuat perannya sebagai motor utama transisi energi bersih di Indonesia.