LIFESTYLE

Air Mata di Ujung Sajadah 2 Hadirkan Keindahan Solo dan Kisah Dua Ibu Satu Anak

Produser Ronny Irawan bersama para pemeran dan perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo berpose usai konferensi pers film Air Mata di Ujung Sajadah 2.
Produser Ronny Irawan bersama para pemeran dan perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo berpose usai konferensi pers film Air Mata di Ujung Sajadah 2.
apakabar.co.id, SOLO - Film dilema cinta antara dua ibu dan satu anak, Air Mata di Ujung Sajadah 2 produksi Beehave Pictures bakal mulai diputar tanggal 23 Oktober 2025 mendatang. 

Film yang diproduseri Ronny Irawan ini mengambil lokasi syuting di Kota Solo. Sejumlah sudut Kota Solo seperti Pasar Antik Triwindu, Kampung Batik Laweyan, Pasar Klewer dieksplor di film yang disutradarai Key Mangunsong.

"Rasanya bahagia sekali bisa kembali ke Solo, jantung dari cerita film ini. Kami tidak hanya menjadikan kota ini sebagai latar. Tapi juga bagian dari jiwa film ini. Rasanya seperti kembali pulang ke rumah," ungkap Ronny Irawan. 


Rony menyebut keindahan dan kehangatan Solo adalah karakter tersendiri yang diharap bisa dirasakan penonton.

Film ini juga ingin melanjutkan kesuksesan film sebelumnya yang menyentuh 3,1 juta hati penonton Indonesia dan menjadi film drama keluarga terlaris di Malaysia.

Citra Kirana, selaku pemeran Yumna menceritakan perannya di film tersebut. Dari sisi karakter di film Air Mata di Ujung Sajadah 2 sosok Yumna lebih emosional dibanding film yang pertama.

"Setelah kehilangan suami ditambah kedatangan Aqila membuat Yumna ini khawatir dan was-was dia akan kehilangan Baskara juga," ungkap Citra Kirana.

Di film ini, Yumna juga dituntut menjadi sosok yang kuat dan harus bekerja dengan berjualan di Pasar Klewer.

Sementara itu sosok Aqila yang diperankan Titi Kamal juga menggambarkan sosok ibu yang rela berkorban demi kebahagiaan anaknya.

"Ini pengalaman luar biasa, ibu yang rela korbankan kebahagiannya demi kebahagiaan anak kandungnya. Peran yang luar biasa," terang Titi.

Tak hanya tempat-tempat terkenal di Solo yang menjadi latar film ini, tapi juga kuliner seperti leker hingga nasi liwet juga ditampilkan untuk membawa kesan dan identitas Kota Solo.


Di lain pihak, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Siti Khotimah mengungkapkan film Air Mata di Ujung Sajadah 2 bisa menjadi sarana promosi pariwisata di Solo.

“Film ini benar-benar menguras emosi. Nangis tapi juga merasa diingatkan lagi tentang memaknai keberadaan keluarga. Film ini memiliki cerita yang dekat, seperti dengan keluarga sendiri," tandasnya.