apakabar.co.id, JAKARTA – Psikolog Klinis Nena Mawar Sari menyarankan agar masyarakat menyaring informasi dan berita negatif yang berkembang termasuk di media sosial untuk mencegah gangguan kesehatan mental.
Ia mengingatkan berita negatif bisa membuat yang mengonsumsi informasi mengalami everwhelmed. Bahkan, menjadi stres dan kemudian berkembang menjadi masalah kesehatan mental lainnya.
“Kata kuncinya cuma satu yaitu, filter,” kata Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Bali seperti dilansir Antara, Jumat (29/8).
Baca juga: Konten Betawi Naik Kelas: dari Panggung ke Dunia Digital
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat. Terutama berita yang benar-benar membuat masyarakat dapat tumbuh dan berkembang, bukan yang membuat penuh dan sesak.
“Ingat kesehatan kita lebih penting dari apapun,” imbaunya.
Sementara bagi orang yang telah terlanjur terpapar oleh berita-berita negatif, ia menyarankan untuk melakukan jeda sejenak dari aktivitas dengan mengatur napas dan memikirkan perlu atau tidaknya memikirkan informasi tersebut.
“Kita coba deh mengatur napas kita lebih lambat dan memikirkan apakah ini perlu untuk saya simpan atau tidak,” katanya.
Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Tanda dan Dampak ‘High Function Anxiety’
Kedua, ia menyarankan untuk berbincang dengan orang terdekat untuk membahas hal yang ringan, lucu, dan menyenangkan sebagai upaya merilis emosi.
Upaya lain, yakni berpuasa dengan mengistirahatkan diri dari konten-konten yang dianggap negatif dan melakukan aktivitas dengan bergerak agar energi tersalurkan sehingga tidak hanya terpaku dan menghabiskan waktu untuk bermain di media sosial.