apakabar.co.id, SOLO – Bakal calon gubernur (bacagub) Jawa Tengah dari Partai Gerindra Sudaryono mulai melakukan safari politik dengan blusukan ke kampung-kampung untuk menemui warga.
Dalam aksi blusukannya, Sudaryono mendatangi Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Sudaryono yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu menemui warga untuk berdiskusi dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka.
Tidak hanya itu, Sudaryono juga menyaksikan aneka produksi UMKM, seperti tas, sandal dan shuttlecock. Menurutnya, melalui UMKM, masyarakat desa menjadi lebih berdaya secara ekonomi.
“Saya selaku kandidat calon gubernur dari Gerindra sekaligus untuk perkenalan. Kegiatan hari ini seperti itu,” ujar Sudaryono ditemui di sela-sela blusukan, Kamis (16/05).
Menurutnya, safari yang dilakukan kali ini menjadi penting sebagai upaya konsolidasi terhadap masyarakat di tingkat tapak. Pasalnya, setelah Pilpres 2024, dirinya mengaku belum sempat melakukan konsolidasi dengan para kader, simpatisan dan juga warga.
“Ini mengandung makna, memang kami harus konsilidasi karena ada event besar berikutnya, yakni pilkada serentak. Jadi di situ ada konsolidasi, negosiasi hingga komunikasi dengan partai lain serta menyemangati pasukan,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Sudaryono juga membantah tudingan terkait alasan ia memilih Kota Solo sebagai lokasi blusukan adalah untuk memecah suara, di lokasi yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng. Menurutnya, kunjungannya ke Solo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah digagas jauh-jauh hari. Itu bisa terlihat dari rangkaian kunjungannya ke daerah yang letaknya berdekatan, seperti Klaten, Purbalingga, Banjarnegara kemudian Cilacap.
“Jadi tidak secara spesifik dimulai dari Solo tapi ini rangkaian. Saya hampir 16 kabupaten di Jateng sudah didatangi, jadi Solo itu dari kota/kabupaten yang ke-16,” ungkapnya.
Sudaryono menambahkan, “Saya mulai safari itu pas bulan ramadan kemarin, terus dimulai setelah lebaran hingga sekarang. Halal bi halal, konsolidasi, temu kangen atau menyemangati pasukan, karena Gerindra ini pasukannya sudah kalah tiga kali, baru ini menang.”
Ketika ditanya apakah ada instruksi terbaru dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal calon gubernur, Sudaryono mengaku belum ada.
“Tidak ada instruksi baru, instruksinya masih yang dulu. Kita diminta ikhtiar, ya kita ikhtiar. Surat rekomendasi belum, tapi perintah lisan untuk ikhtiar sudah,” tandasnya.