NEWS

Ekspor Unggas Tembus 10 Negara, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke tiga negara tujuan, yakni Jepang, Singapura, dan Timor Leste, Selasa (3/3/2026). Foto: apakabar/Andrey
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke tiga negara tujuan, yakni Jepang, Singapura, dan Timor Leste, Selasa (3/3/2026). Foto: apakabar/Andrey
apakabar.co.id, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke tiga negara tujuan, yakni Jepang, Singapura, dan Timor Leste, Selasa (3/3/2026). Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pasar dan memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir produk peternakan.

Amran menyebut ekspor unggas Indonesia saat ini telah menjangkau sedikitnya 10 negara. Selain Jepang, Singapura, dan Timor Leste, pengiriman juga dilakukan ke Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Papua Nugini, dan Myanmar. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan, terutama dalam hal perizinan dan legalitas agar ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan.

“Ini bukti bahwa kita tidak hanya bicara impor, tetapi ekspor. Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia, itu mimpi besar kita,” ujar Amran.

Menurut Amran, ekspor ini akan menambah devisa negara, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Produk yang dikirim meliputi telur, daging ayam, dan berbagai olahan turunannya dalam skema kontrak jangka panjang dan berkelanjutan. Ia menyebut total nilai ekspor produk unggas saat ini mencapai sekitar Rp18 miliar dan akan terus meningkat seiring bertambahnya negara tujuan.

Dalam kesempatan yang sama, Amran memaparkan kondisi stok pangan nasional, khususnya beras. Ia menyebut stok beras nasional per awal Maret telah mencapai 3,67 juta ton dan diperkirakan menyentuh 3,7 juta ton, angka yang disebutnya tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Target kita pertengahan Maret bisa 4 juta ton, bahkan April mencapai 5 juta ton tanpa impor,” katanya.

Ia menjelaskan kapasitas gudang saat ini sekitar 3 juta ton sehingga pemerintah perlu menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton untuk menampung lonjakan produksi dalam negeri. Amran juga memastikan pasokan pupuk dalam kondisi aman dan meningkat sekitar 40 persen pada Januari–Februari dibandingkan periode sebelumnya.

Terkait stabilitas harga, ia menyinggung kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam menyerap produksi saat harga turun dan memperluas ekspor saat pasokan melimpah. Pola tersebut dinilai menjaga harga di tingkat peternak sekaligus memperkuat pasar luar negeri.

Amran menegaskan pemerintah tetap optimistis menghadapi tantangan geopolitik global. “Pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman,” ujarnya.