apakabar.co.id, CIANJUR – Organ tubuh DAN (10), korban meninggal akibat dugaan malpraktik di Puskesmas Sindangbarang saat ini masih diperiksa oleh kedokteran forensik di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
Saat ini, pihak Kepolisian dari Polres Cianjur masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi tersebut dan hasilnya akan keluar pada pekan depan.
DAN sendiri merupakan warga Kampung Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Hasil toksikologinya keluar pekan depan. Toksikologi dilakukan untuk memeriksa apakah ada efek berbahaya dari zat kimia yang ada dalam tubuh korban,” tutur Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, Selasa (11/6).
Saat ini, menurut Tono pihaknya belum mengetahui organ tubuh apa yang dibawa oleh kedokteran forensik untuk dilakukan pemeriksaan.
“Kita belum tahu organ apa yang dibawa untuk diperiksa. Kita juga masih menunggu hasilnya,” ungkapnya.
Sementara itu, ibu kandung DAN, Syarifahlawati mengatakan dirinya juga tak mengetahui organ apa yang dibawa oleh kedokteran forensik pasca autopsi dua pekan lalu.
“Saya belum tahu (organ) apa yang dibawa untuk diperiksa di puslabfor. Yang jelas kita sekeluarga juga menunggu hasil pemeriksaan,” ungkapnya saat dihubungi.
Selama menunggu hasil pemeriksaan forensik, dia dan keluarganya mengaku hanya bisa pasrah sambil menunggu kebenaran penyebab meninggal anak bungsunya itu.
“Kita hanya bisa pasrah sambil menunggu. Keluarga, tetangga, bahkan orang yang kita tidak kenal pun hanya bisa mendoakan. Kalau memang ada dugaan malapraktik, saya harap pelaku dihukum seadil-adilnya, tapi kalau tidak ada ya kita akan berusaha ikhlas,” jelasnya.
Ia mengaku, setelah kepergian DAN hidupnya mengalami banyak perubahan. Dirinya mulai tertutup dan lebih sering menyendiri.
“Biasanya ceria sama anak-anak lainnya, sekarang saya lebih sering mengurung diri. banyak habiskan waktu di kamar sambil menangis, rasanya seperti sudah tidak ada harapan soal kejelasan kasus anak saya yang meninggal,” tutupnya.