1446
1446

Menalar Pilgub Kalsel: Bagaimana Jika Ibnu-Umar?

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina (kiri) dan politikus Golkar Sulaiman Umar. Foto: Antara

apakabar.co.id, BANJARMASINIbnu Sina digadang jadi salah satu kandidat kuat di Pilgub Kalsel 2024. Kekinian, namanya disandingkan dengan Sulaiman Umar.

“Nama Ibnu Sina memang populer di kalangan masyarakat. Sebagai wali kota dua periode, apalagi jadi pusatnya tempat di Kalsel itu,” ucap pengamat politik, Arif Rahman Hakim kepada apakabar.co.id, beberapa waktu lalu.

Arif lantas menakar potensi Wali Kota Banjarmasin itu jika mendaulat sebagai Ibnu-Umar. Menarik.

Pertama dari segi usia. Keduanya tak terlampau jauh. Ibnu Sina 49, sedangkan Sulaiman Umar 42. Ini jadi nilai tawar untuk pemilih muda.

Arif menilai sosok Sulaiman Umar sangat kuat mempertahankan basis muda Ibnu di Banjarmasin. Mereka sama-sama unggul di zona ini. Termasuk juga di Banjarbaru.

“Memang banyak sekarang adalah pemilih muda. Pastinya sangat menguntungkan sekali,” kata dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu.

Sejauh ini, Arif melihat Ibnu punya peluang kuat menarik simpati di Banua Anam (Hulu Sungai. Termasuk Kabupaten Banjar juga Barito Kuala. Karakteristiknya cocok. Terutama dari sisi religius dan intelektualitas. PR-nya hanya tinggal di wilayah pesisir; Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Di sinilah porsi Sulaiman Umar. Ia unggul di zona ini. Mengacu hasil Pileg 2019 silam. Pria berlatar dokter itu jadi peraih suara terbanyak di Dapil Kalsel II. Sekitar 109 ribu.

“Kalau memang mau kompetitif dalam persaingan, Ibnu harus mencari suara di wilayah pesisir,” paparnya.

Sebenarnya ada nama lain yang disandang dengan Ibnu Sina. Caleg DPR RI terpilih, Rifqinizamy Karsayuda. Analisa Arif pendek.

Politikus NasDem itu cuma punya basis di Banua Anam. Kalah dengan kandidat pesaingnya; Hasnuryadi Sulaiman. Legislator Senayan ini juga terbilang kuat di wilayah Kotabaru dan sekitarnya.

Di bagian Arif juga mewanti-wanti. Hasnuryadi bisa jadi pesaing kuat Ibnu. Bakal repot jika ia salah memilih pendamping. “Akan pecah dibasis itu,” tegasnya.

Terlepas dari itu, Arif memprediksi bakal ada dua hingga tiga paslon yang bertarung di Pilgub Kalsel. Ia lantas menantang mereka untuk tampil dengan gagasan. Bukan sebatas di baliho.

“Masih minim narasi-narasi atau pikiran dari tokoh yang ingin maju, bagaimana Kalsel ke depan. Kita menanti itu,” tantangnya.

227 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Fahriadi Nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *