NEWS
Pelaku Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS, ISESS: Belum Tentu dari Lembaga yang Dikritik
Polri diminta segera mengungkap pelaku dan motif penyerangan terhadap Andrie Yunus. Termasuk membuka kemungkinan bekerja sama dengan TNI dalam penyelidikan.
apakabar.co.id, JAKARTA - Polri diminta segera mengungkap pelaku dan motif penyerangan air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Termasuk membuka kemungkinan bekerja sama dengan TNI dalam penyelidikan.
“Tak menutup kemungkinan juga bekerja sama dengan TNI, karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak ketiga yang memancing di air keruh,” jelas Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto dikontak media ini, jumat (13/4).
Rukminto menilai pengungkapan cepat kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus penting untuk mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat.
Menurut dia, pelaku penyerangan belum tentu berasal dari lembaga yang dikritik oleh korban. Karena itu, proses penyelidikan harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar tidak memicu kesimpulan prematur di ruang publik.
“Serangan pada Andrie atau aktivis yang kritis pada pemerintah harus diusut dengan tuntas karena ini menyangkut marwah pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Rukminto.
Ia mengingatkan jika kasus tersebut tidak segera diungkap secara jelas, hal itu dapat memunculkan berbagai asumsi dan teori konspirasi terkait siapa pelaku dan apa motif di balik serangan tersebut.
“Bila tidak tuntas, ini akan memunculkan asumsi-asumsi liar dan banyak teori konspirasi menyangkut dugaan siapa pelaku dan apa motifnya yang bisa merugikan nama baik lembaga-lembaga yang bersinggungan dengan isu yang diangkat oleh Andrie Yunus,” ujarnya.
Bambang menilai Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu memaksimalkan seluruh perangkat investigasi yang dimiliki untuk mengungkap pelaku sekaligus motif di balik serangan tersebut.
“Polri dengan berbagai perangkatnya harus bisa menangkap pelaku maupun membongkar motif di balik aksi biadab itu,” katanya. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang memanfaatkan situasi tersebut.
Aktivis antikorupsi sekaligus mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap turut mengecam keras penyerangan ini. Ia pun teringat dengan apa yang menimpa mantan penyidik KPK, Novel Baswedan.
"Pelaku harus segera ditangkap agar tuduhan tidak melebar ke mana-mana. Termasuk motifnya, saya pikir ini bukan sekadar peristiwa penyerangan biasa, dan pelaku sudah mengincar korban," ujar Yudi dihubungi media ini, terpisah.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus mengalami luka bakar serius setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB.
Serangan terjadi ketika Andrie mengendarai sepeda motor setelah meninggalkan kantor YLBHI, tempat ia sebelumnya mengikuti perekaman podcast bertema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI.”
Berdasarkan keterangan KontraS, dua pelaku mendekati korban dengan sepeda motor yang melawan arah. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.
Cairan tersebut mengenai mata, wajah, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban yang kesakitan sempat berteriak meminta pertolongan hingga menjatuhkan motornya. Warga dan pengendara yang melintas kemudian membantu korban.
Andrie kemudian menuju tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan darurat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh. Saat ini Andrie masih menjalani penanganan medis oleh tim dokter dari berbagai spesialisasi, termasuk dokter mata. Ia dijadwalkan menjalani tindakan operasi pada mata untuk mengganti jaringan membran yang rusak akibat cairan tersebut.
KontraS menyebut pelaku berjumlah dua orang laki-laki yang datang menggunakan satu sepeda motor. Setelah melakukan penyiraman, pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.
Di sekitar lokasi kejadian juga terdapat sejumlah kamera pengawas yang diduga merekam peristiwa tersebut, antara lain di area BPK Penabur, Pusdiklat Tekfunghan Kementerian Pertahanan, serta persimpangan Jalan Talang.
Respons Pemerintah
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Ia meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga bukan hanya menemukan pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan.
“Saya meminta aparat penegak hukum memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” kata Yusril.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

