1446
1446

Pilgub Kalsel: Duet Ibnu-Umar atau Ibnu-Rifqi?

Dari kiri, Sulaiman Umar, Ibnu Sina dan Rifqinizamy Karsayuda. Foto Kolase/apakabar.co.id

apakabar.co.id, BANJARMASIN – Perintah keluar dari DPP Demokrat ke Ibnu Sina. Pilgub Kalsel sudah dekat, Wali Kota Banjarmasin itu diminta menggalang dukungan.

“Di setiap daerah telah diinstruksikan. Membuka pendaftaran dan memulai proses penjaringan calon kepala daerah,” jelas Deputi Bappilu DPP Demokrat, Kamhar Lakumani kepada apakabar.co.id, Selasa (16/4) malam.

Ibnu Sina adalah salah satu kader utama Demokrat. Beberapa survei eksternal mereka menempatkannya di posisi teratas. Apalagi ia pecah telur. Karena dua periode memimpin Banjarmasin.

“Pak Ibnu Sina salah satu kader utama Demokrat yang memiliki potensi besar maju pada pilkada mendatang, baik sebagai calon gubernur maupun sebagai calon wakil gubernur,” kata Kamhar.

Bappilu, kata dia, bakal terus memonitor perkembangan dan dinamika di daerah terkait pilkada.

Mereka belum membahas rencana deklarasi.

Lantas, apa kata Ibnu Sina?

Punya kans di Pilgub Kalsel, Ibnu Sina malu-malu mau. Ia sadar diri partainya bukan pemenang pileg.

“Kalau soal Pilgub ini kan kita melihat peta politik pasca-pilpres. Dan hasil pemilu, kalau saya sih sadar diri saja bahwa suara Demokrat itu belum cukup untuk mengusung calon sendiri,” ungkap Wali Kota Banjarmasin itu kepada apakabar.co.id, Selasa (16/4).

Wali Kota Banjarmasin itu enggan berekspektasi. Apalagi di Pileg Kalsel partainya; Demokrat cuma mengantongi tiga kursi. Mustahil jalan sendiri.

Yang paling realistis adalah berkoalisi. Ibnu sadar itu. Ia membuka pintu lebar pada partai lain.

“Kalau punya visi-visi sama, kemudian juga partai pendukungnya cukup, atau kita hitung-hitung realistis bagaimana kansnya untuk menang,” ucapnya.

Ibnu tegas. Sekali mendeklarasikan untuk maju pilgub, ia tak mau gagal.

“Karena ulun (saya) sekali maju, kan tidak mungkin berniat untuk gagal. Saya juga berniat untuk berhasil dengan segala macam upaya,” tuturnya.

Apalagi Ibnu sudah mengantongi mandat membangun koalisi dari DPP Demokrat. Ini jadi lampu hijau.

Lantas, sudahkah Ibnu menjalin komunikasi politik? Jawabnya; baru sebatas penjajakan.

Menengok Pilpres 2024. Demokrat merapat ke koalisi pengusung Prabowo-Gibran. Artinya, Ibnu berada di gerbong pemenang. Logisnya, ia punya jalan mulus.

Namun faktanya tak semudah itu. Di Kalsel juga sudah mulai mencuat nama-nama kandidat lain.

Sebut saja dari Golkar. Partai peraih kursi terbanyak Pileg Kalsel itu punya Hasnuryadi Sulaiman. Dia Legislator Senayan yang kembali terpilih 2024 ini.

Masih di partai yang sama, ada petahana Gubernur Sahbirin Noor. Ketua DPD Golkar Kalsel itu mengisyaratkan istrinya; Raudatul Jannah jadi penerus.

Tak cuma dua nama itu, Golkar juga menyiapkan kandidat lainnya. Sulaiman Umar dan Ahmadi Noor Supit.

Faktanya, pesaing Ibnu tak cuma dari Golkar. Masih ada NasDem. Peraih kursi terbanyak kedua di Pileg Kalsel. Mereka punya nama Rifqinizamy Karsayuda. Ia juga terpilih ke Senayan 2024 ini.

Dari nama-nama di atas, ada dua yang tergolong muda. Sulaiman Umar dan Rifqinizamy Karsayuda. Disodorkan ke Ibnu, ia mengaku punya hubungan baik dengan keduanya.

“Dua-duanya saya kenal baik. Dan saya kira cukup representatif untuk calon gubernur dan wakil gubernur,” kata wali kota dua periode itu.

Bagi Ibnu, kombinasi keduanya potensial untuk Kalsel. “Bisa menjadi opsi juga untuk kemajuan Kalsel,” pungkasnya.

Kembali ke Jakarta. Apakah DPP Demokrat sudah mendengar dua nama bakal calon pendamping Ibnu? Kata Kamhar belum secara keseluruhan.

“Namun terus dimonitor. Baik yang akan dimajukan sebagai calon gubernur atau pun calon wakil gubernur,” jelas Kamhar.

Pecah telur dua periode memimpin Banjarmasin, Ibnu Sina bisa menjadi kontestan terkuat di Pilgub Kalsel.

Lantas siapa paling pas mendampingi Ibnu di antara dua tokoh muda itu?

Dimintai pendapatnya, Bupati Tanah Laut 2018-2023 yang kini konsern sebagai analis politik, Sukamta mengutarakan pendapatnya.

“Keduanya sudah terbukti memiliki elektoral yang baik dan punya kelebihan masing-masing,” jelas Sukamta dihubungi apakabar.co.id.

Namun kini semua bergantung siapa lawan tanding Ibnu Sina. Jika Ibnu Sina memilih salah satu dari dua tokoh muda itu, Kamta yakni, Pilgub Kalsel ke depan, akan berlangsung menarik.

“Apalagi jika lawan tanding Ibnu Sina adalah Muhidin (petahana)-Hasnur (anggota DPR RI), maka Pilkada Kalsel akan seru,” ujar alumnus Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta Jakarta ini.

813 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Fahriadi Nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *