1446
1446

Warga Kampung Citere Cianjur Keracunan Usai Santap Katering di Acara Nikahan

Puluhan warga Kampung Citere, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan katering pada Jumat (19/4). Foto: apakabar.co.id/Riski Maulana

apakabar.co.id, CIANJUR – Puluhan warga Kampung Citere, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan katering pada Jumat (19/4). Peristiwa itu terjadi setelah warga menghadiri acara syukuran pernikahan yang diadakan di kampung tersebut pada Kamis (18/4).

Kapolsek Cibinong AKP Badru Salam menjelaskan, sebanyak 10 orang warga harus mendapatkan perawatan intensif di puskesmas setempat akibat keracunan. Sementara itu, 43 warga lainnya mendapatkan penanganan di rumahnya masing-masing.

Puluhan warga itu mengeluhkan sakit perut, mual, diare dan muntah. Bahkan sebagian warga sampai tidak sadarkan diri.

“Berdasarkan keterangan, puluhan warga ini mengkonsumsi hidangan makanan katering di acara syukuran pernikahan salah satu warga, kemarin (Kamis). Sejak malam, hingga tadi siang (Jumat) mereka mengeluhkan gejala keracunan,” tuturnya di Cianjur, Jumat (19/4).

Badru mengungkapkan, jajarannya bersama tenaga medis dari Puskesmas Kalapanunggal langsung mendatangi lokasi dan mengamankan sisa makanan katering yang dikonsumsi warga.

“Sisa hidangannya telah kita amankan dan dibawa ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, seorang warga, Agus (40) mengaku tidak ada yang aneh dengan hidangan katering yang disajikan tuan rumah. Rasanya juga tidak berbeda dengan hidangan pada umumnya.

“Biasa saja, seperti semur kentang dan yang lainnya. Saat dimakan tidak kenapa-kenapa. Tapi tadi pagi saat bangun tidur langsung mual, dan muntah disertai sakit ulu hati,” jelasnya.

Karena takut kondisinya semakin memburuk, Agus memutuskan berobat ke puskesmas terdekat. Setibanya di pusat layanan kesehatan itu, ternyata sudah banyak warga yang juga mengalami gejala serupa.

“Katanya ada yang dari semalam, tapi beruntung tidak harus dirawat. Kalau yang lain ada yang dirawat dan diinfus di puskesmas,” paparnya.

114 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *