NEWS

Lena Herliana, Perempuan di Balik Fondasi Transformasi Transportasi BRT Indonesia

Lena Herliana, perempuan kelahiran Kota Bogor dan lulusan IPB University, menjadi salah satu figur penting dalam transformasi transportasi berkelanjutan di Indonesia.
Lena Herliana, perempuan lulusan IPB University merupakan pionir transformasi transportasi melalui BRT (Bus Rapid Transit). Foto: Istimewa untuk apakabar.co.id
Lena Herliana, perempuan lulusan IPB University merupakan pionir transformasi transportasi melalui BRT (Bus Rapid Transit). Foto: Istimewa untuk apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA - Di tengah sektor infrastruktur dan transportasi Indonesia yang selama ini identik dengan dominasi pria, hadir sosok perempuan inspiratif yang membuktikan bahwa batasan gender bukanlah penghalang untuk berkontribusi besar bagi negeri. 

Lena Herliana, perempuan kelahiran Kota Bogor dan lulusan IPB University, menjadi salah satu figur penting dalam transformasi transportasi berkelanjutan di Indonesia. Dengan latar belakang perencanaan strategis, manajemen proyek, dan keberlanjutan, Lena kini menjabat sebagai Penasehat Ahli di salah satu institusi kerja sama Indonesia–Jerman.

Perjalanan Lena bukanlah kisah instan. Sejak muda, ia dikenal sebagai pelajar berprestasi. Menempuh pendidikan dari SMA Negeri 2 Kota Bogor hingga IPB University, Lena masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi nasional.

Ia menghabiskan sekitar delapan tahun untuk mendalami ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi karier profesionalnya. Ketekunan dan konsistensi ini membentuk karakter Lena sebagai sosok yang teliti, visioner, dan berorientasi pada solusi jangka panjang.

Setelah lulus, Lena memulai kariernya di dunia akademik. Ia dipercaya menjadi Manajer Riset dan Pengembangan serta dosen tidak tetap di IPB University hingga tahun 2005. Pengalaman ini membekalinya dengan kemampuan analisis mendalam, riset kebijakan, serta pengelolaan proyek yang kompleks. 

Dunia akademik menjadi batu loncatan penting sebelum ia melangkah lebih jauh ke ranah kebijakan publik dan kerja sama internasional.

Jejak profesional Lena Herliana semakin luas ketika ia terlibat dalam berbagai organisasi nasional dan internasional. Pada tahun 2010, kontribusinya diakui secara internasional melalui penghargaan dari Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok atas perannya dalam membantu terbentuknya perjanjian perdagangan bebas Indonesia–Tiongkok. 

Tidak berhenti di situ, Lena juga pernah mengelola dana hibah Uni Eropa untuk mendukung pengembangan UMKM Indonesia agar mampu menembus pasar internasional melalui kerja sama multilateral bersama Kadin Indonesia.

Selain itu, Lena aktif sebagai peneliti kebijakan publik dan penasehat di berbagai institusi. Fokus risetnya meliputi pembangunan infrastruktur, transportasi, serta ekonomi berkelanjutan. Di sinilah peran strategisnya mulai terlihat, terutama dalam merancang sistem transportasi massal berbasis bus yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Karier internasional Lena Herliana semakin bersinar ketika ia dipercaya menjadi pembicara di berbagai forum global. Pada tahun 2018 di London, Inggris, ia mempresentasikan kontribusi Indonesia dan Asia Tenggara dalam forum International Inspection Conference yang diselenggarakan oleh International Maritime Organization (IMO). 

Ia membahas isu transformasi, teknologi, dan perdagangan, sekaligus memperkenalkan perspektif negara berkembang dalam pembangunan berkelanjutan.

Puncak pengakuan internasional kembali diraih pada G20 Bali tahun 2022. Dalam Sustainable Transportation Forum, Lena menegaskan pentingnya peletakan fondasi Bus Rapid Transit (BRT) di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jabodetabek, Semarang, hingga Surabaya. 

Sistem Bus Rapid Transit (BRT) merupakan transportasi berkelanjutan karena mampu mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal. 

Kebijakan itu telah mengurangi emisi dan kemacetan, serta meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kenyamanan dengan jalur khusus, menggunakan bus berkapasitas besar dan layanan terintegrasi. Dengan begitu BRT turut mendukung lingkungan sehat, ekonomi, dan sosial kota secara seimbang.

Bagi Lena, BRT bukan sekadar moda transportasi, tetapi solusi strategis untuk mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, dan meningkatkan akses mobilitas masyarakat.

Dampak nyata dari kontribusinya kini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di wilayah Jabodetabek, sistem BRT hadir melalui program “Bis Kita” yang melayani kawasan Depok, Bogor, dan Bekasi, dengan lebih dari 3.000 pengguna setiap hari. 

Di Bandung, integrasi transportasi terwujud melalui konektivitas angkutan umum perkotaan dengan Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Sementara di Jawa Tengah dan DIY, masyarakat menikmati layanan Trans Jogja, Trans Semarang, dan Trans Solo. 

Secara keseluruhan, lebih dari empat provinsi di Indonesia telah merasakan manfaat langsung dari sistem transportasi berbasis BRT yang ia dorong.

Dedikasi Lena juga mendapat berbagai apresiasi. Pada 16 Desember 2025 lalu, Plan Indonesia memberikan penghargaan kepadanya dalam acara peluncuran atas kontribusinya dalam mendukung keberlanjutan, kesetaraan gender, dan partisipasi generasi muda. 

Apresiasi serupa datang dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perhubungan yang mengakui peran aktif Lena dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk pengembangan transportasi berkelanjutan.

Kisah Lena Herliana adalah bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu berdigdaya di sektor yang selama ini dianggap 'tabu' bagi perempuan. 

Dengan kompetensi, integritas, dan visi yang kuat, ia tidak hanya menjadi pionir BRT, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.