SPORT
Pelatnas PBSI Dapat Suntikan Fasilitas Modern dari Kemenpora
apakabar.co.id, JAKARTA – PP PBSI menerima dukungan signifikan dari Kemenpora berupa peralatan Gymnasium dan Sport Science untuk Pelatnas PBSI Cipayung untuk memperkuat fondasi pembinaan bulutangkis nasional menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem pembinaan atlet yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, sejalan dengan tuntutan olahraga modern yang semakin berbasis sains dan data.
Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan pemerintah melalui Kemenpora RI.
Menurutnya, dukungan ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi mencerminkan komitmen negara dalam menjaga dan meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia di level dunia.
“Atas nama Pengurus Pusat PBSI, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan prestasi bulutangkis nasional menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar Fadil.
Dalam serah terima tersebut, PBSI menerima bantuan peralatan Gymnasium senilai sekitar Rp7,96 miliar. Peralatan ini mencakup berbagai perangkat latihan fisik modern seperti skill run live, dumbbell, barbell, serta sejumlah alat pendukung penguatan dan kebugaran atlet.
Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan fisik atlet Pelatnas PBSI secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kekuatan, daya tahan, kecepatan, hingga pencegahan cedera.
“Latihan fisik adalah fondasi utama performa atlet. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, kami bisa memastikan program latihan berjalan lebih efektif dan berkesinambungan,” kata Fadil.
Tak hanya penguatan fisik, Kemenpora RI juga memberikan dukungan Sport Science senilai sekitar Rp2,48 miliar. Bantuan ini berupa perangkat Catapult dan Cardiopulmonary Exercise Test (CPET) yang memungkinkan pemantauan performa atlet secara ilmiah dan berbasis data.
Melalui teknologi tersebut, pelatih dan tim pendukung dapat menganalisis beban latihan, kondisi fisiologis, hingga kesiapan atlet secara lebih presisi. Dengan demikian, program latihan dapat disesuaikan secara individual untuk memaksimalkan performa sekaligus meminimalkan risiko cedera.
“Bantuan ini bukan sekadar pengadaan alat, melainkan bagian dari transformasi sistem pembinaan prestasi. PBSI terus bergerak dari pendekatan konvensional menuju pendekatan yang semakin ilmiah, terukur, dan berorientasi pada long-term athlete development,” tegas Fadil.
PBSI memastikan seluruh peralatan yang diterima akan dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setiap dukungan negara, kata Fadil, harus bermuara langsung pada peningkatan kualitas latihan, kesehatan atlet, dan daya saing Indonesia di panggung internasional.
Lebih jauh, PBSI memandang sinergi antara pemerintah dan induk organisasi cabang olahraga sebagai fondasi penting dalam menjaga tradisi prestasi bulutangkis Indonesia.
Kolaborasi ini juga dinilai krusial dalam menyiapkan generasi atlet yang mampu bersaing secara berkelanjutan, tidak hanya untuk Olimpiade Los Angeles 2028, tetapi juga ajang internasional lainnya.
“Dengan dukungan yang kuat dan sistem pembinaan yang tepat, kami optimistis bulutangkis Indonesia dapat terus menjaga posisinya sebagai kekuatan dunia,” tutup Fadil.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

