LIFESTYLE

Hindari Kebiasaan Main Ponsel di Toilet, Bisa Kena Ambeien

Foto ilustrasi buang air besar (BAB) di toilet sambil bermain ponsel. Foto: Shutterstock
Foto ilustrasi buang air besar (BAB) di toilet sambil bermain ponsel. Foto: Shutterstock
apakabar.co.id, JAKARTA - Sebelum adanya teknologi ponsel, orang yang menuju ke toilet hampir sebagian besar merupakan orang yang berkebutuhan ingin membuang air.

Namun kini, keberadaan ponsel justru memunculkan kebiasaan baru yakni sering duduk berlama-lama di toilet yang dapat memperbesar risiko terkena wasir atau ambeien.

Dokter spesialis bedah umum dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B mengingatkan agar pergi ke toilet untuk buang air besar (BAB) dianjurkan bila memang ingin sedang BAB.

"Bukan tunggu BAB keluar sambil memegang ponsel. Kadang-kadang orang begitu atau dia sudah selesai BAB, tapi belum selesai main ponsel," katanya di Jakarta, dikutip Selasa (13/1).
Franky mengatakan gaya hidup kekinian seperti buang air di kloset duduk dapat memicu tekanan dalam anus meningkat ketika mengejan.

Tekanan yang tinggi akan memperbesar pembuluh darah dan memicu terjadinya wasir atau kondisi di mana terjadi pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena (varises) di sekitar anus atau rektum bagian bawah.

Risiko akan semakin tinggi jika feses yang keluar berbentuk keras karena kekurangan serat, sehingga menuntut tubuh untuk mengejan lebih keras.

Pria yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu turut menyampaikan risiko terkena wasir juga akan makin besar pada orang-orang yang malas bergerak dan gemar duduk dalam kurun waktu yang lama.
Sedangkan dari sisi usia, kebanyakan kasus yang ia temui selama praktik pada pasien berusia 35 hingga 50 tahun. Franky membeberkan wasir paling sering menimpa laki-laki.

"Namun, tidak menutup kemungkinan wasir terjadi pada usia yang lebih muda," kata dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Penyebab umum lain yang disebutkan yaitu masa kehamilan yang dapat meningkatkan tekanan dari dalam rahim, di mana besar ukuran bayi akan memengaruhi tingginya tekanan.

Kegemukan atau obesitas juga menjadi salah satu penyebab karena akan menambah tekanan pada pembuluh darah.
Adapun gejala wasir yang dapat dirasakan oleh penderitanya yakni timbulnya rasa gatal, nyeri, perih hingga berdarah saat buang air besar akibat adanya peningkatan tekanan. Rasa yang tidak nyaman itu akan membuat penderita sulit untuk duduk ataupun beraktivitas seperti biasa.

Oleh karenanya, Franky meminta masyarakat lebih memperhatikan pola makan terutama mengonsumsi banyak serat, menghindari makanan-makanan yang terlalu pedas atau banyak mengandung gas.

Prosedur penyembuhan juga tak melulu memerlukan tindakan medis seperti operasi atau memakai laser. Biasanya para dokter akan memantau kondisi pasien dalam beberapa waktu untuk menentukan tingkat keparahan, sebelum memutuskan akan mengeluarkan rekomendasi operasi atau tidak.