LIFESTYLE
Nutrisi Jadi Kunci Keberhasilan Terapi Kanker Anak
apakabar.co.id, JAKARTA – Pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan terapi kanker pada anak. Bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, PT Kalbe Farma Tbk menegaskan bahwa asupan gizi yang optimal membantu anak menghadapi rangkaian pengobatan yang panjang dan melelahkan.
Medical General Manager Kalbe, dr. Dedyanto Henky Saputra, mengatakan nutrisi merupakan fondasi penting dalam proses terapi kanker pada usia dini.
“Nutrisi menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan terapi kanker pada anak usia dini. Asupan gizi yang cukup membantu tubuh menghadapi efek samping kemoterapi dan menunjang pemulihan,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (16/2).
Kalbe mengutip data Indonesian Pediatric Cancer Registry yang mencatat sebanyak 3.834 kasus baru kanker anak sepanjang 2021–2022. Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker masih menjadi persoalan kesehatan serius pada kelompok usia anak dan membutuhkan penanganan komprehensif, termasuk perhatian terhadap status gizi pasien.
Dedyanto menjelaskan, kanker pada anak umumnya berkaitan dengan perubahan genetik atau mutasi DNA, paparan polutan, serta pertumbuhan sel abnormal. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak semata-mata dipicu oleh makanan yang dikonsumsi anak.
Namun demikian, kondisi gizi memiliki pengaruh besar terhadap daya tahan tubuh selama menjalani terapi. Kekurangan nutrisi dapat mengganggu jadwal pengobatan karena kondisi fisik anak tidak cukup kuat menerima kemoterapi atau terapi lanjutan lainnya.
Dalam praktik medis, malnutrisi sering menjadi masalah awal yang dihadapi pasien kanker anak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih berat.
“Malnutrisi ringan dapat berkembang menjadi cachexia, yaitu penurunan berat badan dan massa otot yang disertai gangguan metabolik,” jelasnya.
Cachexia bukan sekadar penurunan berat badan biasa, melainkan kondisi kompleks yang dapat memperburuk respons tubuh terhadap terapi dan memperlambat pemulihan.
Kalbe menyebutkan bahwa banyak pasien anak mengalami kesulitan makan akibat efek samping terapi seperti mual, muntah, hingga sariawan. Kondisi tersebut membuat asupan nutrisi harian tidak terpenuhi secara optimal.
Brand Owner Nutrican Yulius Denis Chrismaaji mengatakan kebutuhan nutrisi anak sering kali tidak tercapai karena gangguan tersebut.
“Umumnya kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi karena anak kesulitan makan selama terapi, misalnya karena sariawan, mual, atau muntah,” ujarnya.
Karena itu, pemberian makan dianjurkan dalam porsi kecil namun padat gizi agar kebutuhan energi tetap terpenuhi. Pendekatan ini dinilai lebih efektif bagi anak yang mengalami penurunan nafsu makan.
Dalam kondisi tertentu, dukungan nutrisi tambahan dapat dipertimbangkan apabila asupan dari makanan sehari-hari tidak mencukupi. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Nutrican Xential, suplemen berbentuk susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi pasien kanker anak.
Dedyanto menekankan bahwa penanganan nutrisi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan keterlibatan dokter, ahli gizi, serta keluarga agar risiko kekurangan gizi dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani secara tepat.
Menurutnya, keberhasilan terapi kanker anak tidak hanya ditentukan oleh obat dan prosedur medis, tetapi juga kesiapan kondisi tubuh pasien dalam menjalani pengobatan jangka panjang.
“Pendekatan yang menyeluruh, termasuk dukungan nutrisi yang adekuat, akan membantu anak memiliki kualitas hidup yang lebih baik selama dan setelah terapi,” katanya.
Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kanker pada anak membutuhkan perhatian serius, bukan hanya dari sisi pengobatan medis, tetapi juga dari dukungan gizi dan lingkungan yang suportif bagi proses pemulihan.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

