LIFESTYLE
Penggemar Indonesia Dorong Konser K-Pop Rendah Karbon ke Parlemen Korea Selatan
POP4PLANET menyampaikan proposal Pedoman Carbon-Neutral Performance kepada Anggota Parlemen Korea Selatan, Park Soo-hyun, mendorong standar konser K-pop rendah karbon di tengah krisis iklim yang kian memburuk.
apakabar.co.id, JAKARTA - Penggemar K-pop dari Indonesia ikut mendorong perubahan besar dalam industri hiburan global. Melalui gerakan KPOP4PLANET, mereka menyampaikan proposal Pedoman Carbon-Neutral Performance kepada Anggota Parlemen Korea Selatan, Park Soo-hyun, dalam pertemuan langsung di Majelis Nasional, Seoul, pada 6 Februari 2026.
Usulan tersebut bertujuan mendorong standar konser K-pop rendah karbon di tengah krisis iklim yang kian memburuk.
Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari Forum Standardisasi Konser K-Pop Rendah Karbon yang digelar di Majelis Nasional pada Desember 2025. Para penggemar dan aktivis menilai industri pertunjukan K-pop tumbuh pesat, namun belum diimbangi dengan kebijakan lingkungan yang relevan dengan kondisi krisis iklim saat ini.
Isu ini tidak hanya menjadi perhatian penggemar di Korea Selatan, tetapi juga di Indonesia—salah satu basis penggemar K-pop terbesar di dunia. Nurul Sarifah, salah satu pendiri KPOP4PLANET asal Indonesia, menegaskan bahwa krisis iklim kini berdampak langsung pada kehidupan penggemar.
“Di Indonesia, pembatalan konser akibat banjir dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi. Krisis iklim bukan isu jauh, tapi ancaman nyata dalam keseharian kami,” ujar Nurul di Jakarta, Selasa (10/2).
Menurut Nurul, jika Korea Selatan sebagai tempat lahir K-pop menetapkan standar konser rendah karbon, dampaknya akan meluas secara global. “Standar ini akan memperkuat pengaruh budaya K-pop sekaligus memberi contoh bagi industri hiburan dunia,” tambahnya.
Aktivis iklim Korea Selatan Dayeon Lee, yang masuk daftar BBC 100 Women 2023, menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai tertinggal. Ia menyebut pedoman acara ramah lingkungan Korea Selatan telah stagnan sejak diterapkan pada 2008.
“Kami mendesak pembentukan badan konsultatif resmi yang melibatkan parlemen, pemerintah, dan industri. Konser rendah karbon bukan pilihan, tapi soal kelangsungan hidup,” tegas Dayeon.
Proposal KPOP4PLANET mendorong pembentukan Dewan Konser Rendah Karbon yang dipimpin pemerintah Korea Selatan. Dewan ini diusulkan memiliki tugas utama, mulai dari menetapkan standar pengukuran emisi karbon di seluruh proses konser, meninjau insentif bagi pertunjukan netral karbon, hingga menjalankan proyek percontohan konser rendah karbon yang didukung parlemen.
Dukungan kuat juga datang dari basis penggemar global. Survei KPOP4PLANET tahun lalu menunjukkan 92,2 persen penggemar K-pop global menginginkan konser rendah karbon.
Sementara kampanye “K-Pop Carbon Hunters” telah mengumpulkan hampir 10.000 tanda tangan petisi dari berbagai negara. Penggemar Indonesia bahkan mengirimkan pesan video kepada Park Soo-hyun, meminta parlemen Korea Selatan memimpin perubahan ini.
Menanggapi proposal tersebut, Park Soo-hyun menyatakan simpatinya dan berjanji mendorong langkah konkret. Ia akan meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyusun peta jalan pedoman konser rendah karbon serta membentuk badan konsultatif kebijakan.
Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa pedoman rendah karbon dapat meningkatkan biaya produksi konser dan membebani promotor kecil. KPOP4PLANET menilai kekhawatiran ini justru perlu dijawab melalui insentif pemerintah dan inovasi industri, bukan dengan menunda perubahan.
Dengan mencontoh tur rendah karbon artis global seperti Coldplay dan Billie Eilish, KPOP4PLANET menegaskan bahwa K-pop, sebagai industri budaya global, tidak bisa lagi menghindari tanggung jawabnya terhadap krisis iklim.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK