NEWS

UNS Tambah 6 Guru Besar Jelang Dies Natalis ke-50

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menambah 6 Guru Besar baru dari berbagai disiplin jelang Dies Natalis ke-50 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (10/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menambah 6 Guru Besar baru dari berbagai disiplin jelang Dies Natalis ke-50 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (10/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menambah 6 Guru Besar baru dari berbagai disiplin jelang Dies Natalis ke-50. 

Pengukuhan enam Guru Besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/2) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, dan akan dipimpin langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.

Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Sri Sulistyowati, didampingi Sekretaris Senat Akademik UNS Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa penambahan Guru Besar ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik UNS yang telah memasuki usia lima dekade. 


Menurutnya, enam Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan multidisipliner, mulai dari ekonomi dan tata kelola korporasi, rekayasa material, biosistematika tumbuhan, biologi perkembangan, hingga statistika dan machine learning.

“Dengan bertambahnya Guru Besar baru, UNS optimistis dapat terus mendorong lahirnya inovasi, riset unggulan, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi langsung bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Prof. Sulistyowati.

Sementara itu Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Mohammad Jamin, menambahkan dengan bertambahnya enam Guru Besar baru ini, UNS semakin kokoh dalam kapasitas dan otoritas keilmuan. 

Ia menegaskan bahwa kehadiran para Guru Besar dari berbagai bidang diharapkan dapat mendorong lahirnya riset unggulan yang inovatif dan kolaboratif, memperkuat ekosistem akademik, serta mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, para Guru Besar yang baru dikukuhkan diharapkan menjadi teladan dalam integritas, etika, dan kepemimpinan akademik, serta berperan aktif dalam pengembangan kebijakan berbasis keilmuan untuk kemajuan bangsa. 

Berikut nama-nama Guru Besar beserta kepakarannya:

1. Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S. E., M. Si., CIPE., CPRM., Guru Besar dalam bidang ilmu Kepakaran Kewirausahaan dan Pemberdayaan Perempuan pada FEB, dengan pidato pengukuhan berjudul ‘Peran Perempuan Pengusaha Dalam Perspektif Holistik: Antara Bisnis, Keluarga, Agama, Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan’.

2. Prof. Dr. Ir. Heru Sukanto, S.T., M.T., Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran Teknologi Manufaktur pada FT, dengan pidato pengukuhan ‘Mensiasati Tantangan Limbah Plastik dan Ban Bekas Menjadi Potensi Bahan Baku Rekayasa Material Melalui Teknologi Serbuk’.

3. Prof. Dr. Muzzazinah, M.Si., Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran Biosistematika Tumbuhan Tinggi pada FKIP, dengan judul pidato pengukuhan _'Indigofera Longeracemosa_: Penemuan Kembali Manikam Berpotensi, Berpeluang Meningkatkan Marwah Batik’. 

4. Prof. Dr. Harlita, S.Si., M.Si., Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran Embriologi dan Perkembangan Hewan pada FKIP, dengan pidato pengukuhan ‘Dari Limbah Menjadi Harapan: Aktivitas Kulit Biji Mete Sebagai Antifertilitas.

5. Prof. Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D., Ak. Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran Akuntansi Keuangan dan _Corporate Governance_ pada FEB, dengan judul pidato pengukuhan ‘Mereset Diskursus _Corporate Governance_ di Indonesia: Esensi Teoretis, Dinamika Perkembangan, dan Bukti Empiris Multidimensi’. 

6. Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro, S.Si, M.Kom. Guru Besar dalam bidang ilmu kepakaran Statistika _Machine Learning_ pada FMIPA, dengan pidato pengukuhan berjudul ‘Dialektika Data Teks, Sentimen serta Realitas Sosial dalam Perspektif Statistika _Machine Learning_’.